Survey Rute LTDJ 2017

Sumber Utama: Catatan perjalanan survey dari mas Galih dan foto-foto Le Tour de Jogya 2017 di Facebook

Berawal dari informasi mas Yuda dan mbak Nurharstuti bahwa hari Minggu mas Galih akan melakukan survey, dan ditindak lanjuti dengan WAnan dengan mas Galih, hari Minggu pagi kami janjian ketemu di GSP untuk melakukan test rute.

Jam 06:25  bersama mas Galih, mas Papah Ghoni, mas Yuda, mbak Noer dan mbak Uwie kami meninggalkan GSP, dan nanti di Wates bertemu dan ditemani mbak Nurhastuti yang bergabung.

Sepanjang perjalanan mas Galih banyak melakukan diskusi, terutama dengan mas Yuda, dan di beberapa titik berhenti sejenak membuat catatan-catatan di buku notes kecilnya, dan sumber utama tulisan ini adalah dokumentasi dari catatan-catatan mas Galih tersebut, semoga berguna untuk para pecinta sepeda, baik untuk membayangkan rute LTDJ 2017 maupun menikmati kegiatan test rute.

Tujuan test rute pagi itu:

  1. Menghitung perkiraan waktu perjalanan dari start, ke pitstop-pitstop berikutnya dan sampai finish kembali ke GSP UGM
  2. Memperhatikan arus lalu lintas, mencari titik-titik penting dimana perlu dilakukan pengaturan oleh marsall di tanggal 7 mei 2017 nanti
  3. Memfinalkan rute yang akan digunakan pada tanggal 7 Mei 2017 berdasarkan acuan utama rute yang sudah direncanakan
  4. Mengidentifikasi titik-titik penting yang perlu dicermati untuk penempatan marshal, penempatan rambu-rambu, penempatan juru foto dan tulisan-tulisan penghibur
  5. Melakukan simulasi perjalanan dengan kecepatan sekitar 20km per jam

Etappe pertama GSP UGM – Pitstop 1

Perjalanan dimulai dari depan gedung GSP persis di depan gedung, direncakanan titik start nanti tepat di depan gedung GSP dengan peserta memangjang ke arah Timur dan Selatan. Segera setelah meninggalakan titik start perjalanan akan langsung masuk ke ajalan Kaliurang di perampatan Sardjito dan berharap saat hari H nanti pintu gerbang yang kondisi sehari-hari ditutup, bisa dibuka khusus untuk kegiatan LTDJ 2017 ini.

Kami menyusuri jalan  Kaliurang ke arah Utara sampai lampu merah pertama belik kiri meyusuri Selokan Mataram sampai di lampu merah Jalan Monjali. Perjalanan belok ke kanan masuk ke Jalan Monjali sampai ring Road Utara dan belok Kiri di Ringroad Utara. Sampai di perempatan Jalan Magelang (Fly Over Jombor), berjalan di bawahnya, belok kanan masuk Jalan Magelang, dan langsung belok kiri di Terminal Jombor.

Terus menyusuri jalan Kebon Agung, melewati Balai Mulia, perempatan Jalan Kabupaten, pasar Cebongan dan lurus sampai di pertigaan Mlati yang ada pohon beringin di tengah jalan. Perjalanan ini akan melewati daerah kegiatan ekonomi yang sibuk di pinggiran Yogya dengan kondisi jalan yang cukup ramai di pagi hari.

Di beringin Mlati ini, jalan bercabang dua, dan kita mengambil jalan yang arah kiri ,dan terus mengikuti jalan ini, dan akan mulai melewati sawah-sawah kecil di sela-sela rumah-rumah penduduk yang sudah hampir memenuhi kiri dan kanan jalan. Perjalanan akan melalui Perempatan Beringin Sayegan, dan terus lurus, termasuk menyeberang Selokan Mataram.

Setiba di perempatan Gedongan, sesudah salurah irigasi yang cukup besar, perjalanan akan belok ke kiri menyusuri saluran irigasi ini. Pemandangan persawahan mulai mendominasi kiri dan kanan jalan, dan semakin indah saat belok kanan di pertigaan Sendang Arum, dimana di kiri jalan ada rambu tulisan Desa Wisata Bambu. Perjalanan belok kanan ini akan melewati jalan yang tidak begitu besar, namun dengan pemandangan persawahan yang sangat indah di kiri kanan jalan. Ikuti jalan ini terus sampai tiba di pertigaan kecamatan Minggir.

Perjalanan sampai pertigaan kecamatan Minggir ini telah menempuh sekitar 24.63km, dengan waktu perjalanan 1 jam dan 4 menit.

Dari pertigaan ini perjalanan akan belok ke kiri dan langsung belok kanan melewati pasar yang cukup ramai, dan jalan menurun menyeberangi sungai Progo. Segera sesudah jembatan sungai Progo jalan menanjak sampai di perempatan Dekso Samigaluh, dimana kita belok kiri.

Segera sesudah belok kiri di perempatan Dekso ini ada satu minimarket di sisi kiri jalan, dan bisa menjadi pilihan yang bagus bila ada peserta yang nantinya ingin menambah bekal, jika memang diperlukan.

Perjalanan berlanjut menyusuri jalan ini menuju ke perempatan Kenteng. Beberapa ruas sedikit naik dan turun menyenangkan, dengan tikungan-tikungan yang cukup tajam membentuk hurus S. Di tempat-tempat ini direncakanan akan dipasang rambu dan/atau petugas marshal untuk memberikan informasi ke peserta.

Sesampai di lampu merah Kenteng, perjalanan terus lurus menyusuri jalan Godean, dan sekitar 500 meter sesudah perempatan lampu merah Kenteng, di sisi kiri jalan tersedia Alfa Mart di KM 32 dengan waktu perjalanan dari start sekitar 1 jam 27 menit, yang bisa dimanfaatkan oleh para peserta yang ingin beristirahat sejenak dan/atau membeli sesuatu yang diperlukan.

Perjalanan etappe satu ini terus berlanjut mengikuti jalan ini sampai di pertigaan Pukesmas nanggulan belok kanan. Jalan ini adalah salah satu alternatif jalan menuju ke Gua Kiskendo. Di ruas jalan ini pemandangan persawahan dengan latar belakang bukit Menoreh akan membuat nyaman di mata, kita akan turun ke arah jembatan, dan naik sedikit kemudian belok kiri, terus mengikuti jalan aspal menyeberang sungai sampai di Pitstop pertama di Balai Desa Tanjungharjo di KM 35, dan perjalan sampai di Pitstop pertama ini kami tempuh selama 1 jam 42 menit.

Pitstop 1 Balai Desa Tanjungharjo

Etappe 2 Balai Desa Tanjung Harjo sampai Waduk Sermo

Perjalanan etappe 2 ini akan melewati jalan yang mulus dengan rolling-rolling yang mengasyikkan, jalan turun dan sedikit naik sampai di perempatan Pengasih di KM 42 dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, di pertigaan pengasih ini kita belok ke kanan, lurus sampai tiba di Peremptan Lampu Merah Pengasih-Wates.

Di perempatan lampu merah ini kita lurus. Setelah tanjakan pertama, dimana jalan bercabang dua dengan tanda tulisan ke kiri ke Wates dan kanan ke Sermo, perhatikan, meskipun kita akan ke Sermog kita mengambil jalan yang di kiri, yang tulisannya ke Wates. Peserta perlu hati-hati karena ada turunan tajam ke kanan dengan jalan sedikit bergelombang.

Jalan akan turun sampai pertigaan, dan kita mengambil yang belok ke kanan sampai dengan pertigaan Climbing Sermo dengan bacaan odometer kami di KM 48.48 dengan waktu tempuh sampai titik ini 2 jam dan 20 menit. Sedikit di depan pertigaan Climbing Sermo ini, tanjakan yang paling menantang di LTDJ 2017 akan menunggu di depan kita dengan total panjang tanjakan sekitar 4km.

Di ruas ini dimulai dari kantor BLK Kasam sampai Perempatan Sermo dengan Tulisan Waduk Sermo akan dilaksanakan Line KOM, kompetisi King/Queen of Mountain.

Di lokasi ini akan dibutuhkan minimal dua orang masshal untuk pendaftaran dan lima orang marshal untuk pengamankan jalan, dan dua marshal untuk finish line.

Pitstop 2 Waduk Sermo

Untuk semua peserta akan masuk ke lokasi Waduk Sermo, turun dari perempatan ini lurus, sampai di Pitstop 2 di lokasi yang agak luas dan rindang di sisi Utara Waduk sebelum Dermaga di bawah Masjid. Lokasi Pitstop 2 ini di KM 54 dengan total perjalanan sekitar 2 jam dan 50 menit.

 

Etappe 3 Waduk Sermo-Gua Selarong

Etappe ini akan menjadi etappe yang paling panjang, dan hari kemungkinan sudah mulai panas, dan para peserta perlu terus mengatur tenaga. Panitia merencanakan menyediakan satu pitsotp bayangan/mobil water supply di pertengahan etappe ini.

Dari pitstop ke 2 di Waduk Sermo ini, peserta akan berjalan kembali menanjak menuju perempatan Sermo (yang ada tulisan Waduk Sermo). Di perempatan ini perjalanan akan belok ke kanan  menuju ke Kokap, masuk ke hutan lindung Sermo. Di Hutan ini masih ada beberapa tanjakan-tanjakan kecil yang perlu dijalani peserta di kerimbunan hutan yang indah. Sesudah sampai di puncak, jalan akan terus turun sampai Kokap, termasuk melewati turunan tajam membentuk huruf S terbalik. Marshal perlu disiapkan di sekitar 200 meter sebelum Kokap, dimana jalan rusak sepanjang sekitar 50meter.

Di Kokap kita berbelok mengikuti jalan utama, danperlu terus waspada ada tikungan-tikungan tajam di tanjakan beGo dan tikungan setelah tanjakan Bego ada aspal yang menonjol di tengah jalan tepat di tikungan.

Perjalanan akan berlanjut menyeberang rel kereta api, waspada dan hat-hati dengan arus lalu lintas yang padat di simpang rel kereta api ini. Sesudah menyeberang rel kereta api kita terus lurus sampai di pertigaan Jombakan di KM 65 dengan waktu tempuh perjalaan sekitar 3 jam dan 33 menit. Di lokasi ini tersedia juga mini market.

Perjalanan berlanjut menuju jalan raya Yogya-Purworejo, dan kita akan belok kiri di lampu merah jalan raya, dan  menyusuri jalan Yogya Purworejo (Jalan Wates) ini sejauh sekitar 2 km dan lurus masuk jalan ke arah Brosot. Jalan ke arah Brosot.

Perjalanan ke Brosot akan melewati jalan yang lurus dan mulus dengan sawah-sawah di kiri dan kanan jalan, dan kemungkinan terik matahari akan menemani perjalan ini. Lalu lintas agak ramai, dan sampai Brosot kita akan melalui lima buah lampu merah. Di Brosot di KM 81.5 rencananya akan dibuat pitstop bayangan juga bagi yang memerlukan tambahan air minum.

Perjalanan terus berlanjut menuju ke arah Wijirejo dengan arus lalu lintas yang padat. Panitia akan menyediakan rambu-rambu dan mashal pengatur jalan di perempatan alun-alun Wiji rejo dan Mijen, serta pertigaan arah Gua Selarong dan Bantul Kota. Perjalanan akan terus mengikuti jalur utama menuju ke Gua Selarong. Tepat sebelum tiba di Gua Selarong jalan akan sedkit mananjak.

Pitstop 3 Gua Selarong

Pitstop Gua Selarong ini berada di KM 100 dengan waktu temput sekitar 5 jam dan 5 menit

Etappe ke 4 Gua Selorong- GSP UGM

Selepas dari Gua Selarong tanjakan-tanjakan kecil akan menunggu para peserta untuk terus melanjutkan perjalanan melewati perempatan bibis bu yati, perempatan BAngun Jiwo , Pertigaan Kasihan, Perempatan Maducanda. di Perempatan ring road Madukismo ke kiri melewati Jalan kecil ke arah Utara, perempatan patang puuhan, perempatan wirobrajan pertigaan Cokroamintoto, pertigaan Jati Kendana, pertigaan Atakrib, perempatan Pingit, pertigaan Borobudur Plaza, perempatan STM Jetis, pertigaan Jalan Dr. SArdjito, perempatan Mirota Kampus lurus, kemudian belok kiri di Bundaran UGM dan masuk finis di GSP UGM dengan jarak sekitar 114KM dengan lama perjalanan 6 jam 4 menit.

Statistik perjalanan:

  • jarak tempuh 114 km
  • Moving time: 5 jam 43 menit dan 36 detik
  • Elevation 969m
  • Average speed : 19.9 km/jam

 

Read: 158 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.