Persiapan Gowes Merdeka Merapi 2017

Update:

  • Jum’at, 16 Juni 2017 menambahkan informasi status pendaftar sampai 14 Juni dan update info rate
  • Kamis, 8 Juni 2017 menambahkan gambar rute Gowes Merdeka 2017
  • Minggu, 28 Mei 2017 berdasarkan diskusi-diskusi panitia
  • Minggu, 21 Mei 2017 berdasar informasi hasil survey Sabtu 20 Mei 2017 (dr. Haryanto, mbak Noer, mas Indul, mas Joksum, mas Anas dan Adi)
  •  Selasa 16 Mei 2017 berdasarkan informasi mas Rofi, de Muz dan mbak Noer .

 

Merdeka!

Tradisi gowes Merdeka keliling Merapi masih berlanjut. Beberapa dari kita sudah menikmati Gowes Merdeka Merapi bersama di tahun 2015 dan tahun 2016. Untuk tahun 2017 ini direncanakan akan diadakan pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017. Persis seperti dua tahun sebelumnya, Sabtu terakhir sebelum tujuh belas Agustus, untuk ikut menikmati persiapan saudara-saudara kita di sepanjang perjalanan di lereng Merapi Merbabu untuk mempersiapkan peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta.

Pendaftaran para calon peserta sudah dibuka mulai tanggal 28 Mei 2017. Program potongan harga diberikan kepada pendaftar awal (earlybird), peserta lokal dari DIY, Magelang, Klaten dan Boyolali, serta pendaftar yang sudah pernah ikut di kegiatan kami sebelumnya. Program discount ini akan ditutup pada tanggal 15 Juni 2017 atau jika kuota sudah memenuhi. Status sebaran pendaftar pada tanggal 14 Juni 2017:

Pesona cantik Merapi dan Merbabu memberi asupan yang menyegarkan jiwa saat  dinikmati dari atas sadel sepeda, dengan gowes sejauh sekitar 125 km, mulai dari elevasi sekitar 100 mdpl di  lokasi start di  Yogyakarta,  sampai tempat tertinggi di Kecataman Selo kabupaten Boyolali di lereng gunung Merapi,  sekitar 1576 mdpl, dan kembali ke Yogya melalui Cepogo, Mliwis, Tulung, Jatinom dan Klaten. Bersepeda bersama banyak teman, membelah punggung Merbabu di sisi gunung Merapi, dan menikmati sosok  Merbabu dan Merapi mulai dari kejauhan yang nampak hijau mulus wajah Merbabu, dan kekar gagah kehitam-hitaman wajah Merapi,  mendekat,  mendekat dan terus mendekat dan menanjak, sampai menaiki punggungnya di Selo. Kita akan menikmati Merapi dan Merbabu dua gunung yang berdampingan yang memiliki karakter yang berbeda, seakan menyandingkan kelembutan ke kegagahan.

Penampakan Merapi dan Merbabu akan mengalami perubahan-perubahan yang mengagumkan mulai dari kejauhan Merbabu yang nampak hijau, kemudian mendekat manampakkan perkampungan di punggung Merbabu, hingga kita berada di antara rumah-rumah  berliku-liku di bagian atas dari gunung Merbabu tersebut, dan menatap Merapi yang nampak jelas guratan-guratan hitam yang semakin menonjolkan kekokohannya. Semuanya itu kita nikmati melalui perjuangan ngos-ngosan mengayuh pedal di atas sadel sepeda, untuk terus menerus mengatakan kepada diri sendiri, untuk mencintai tanjakan-tanjakan yang terus menerus menunggu di depan.

Dan perjalanan kembali dari Selo menuju Klaten, melalui jalan yang terus menurun tak kalah menariknya untuk tetap terus dinikmati, dengan terus semakin berhati-hati dan waspada di sepanjang perjalanan.

Site ini akan terus menyajikan gambaran kondisi jalan berdasarkan informasi-informasi yang kami terima dari teman-teman yang melakukan perjalanan di calon rute kita, yang rencananya masih akan sama dengan rute yang kita lalui di tahun 2016 yang lalu.

Rangkuman update Minggu, 28 Mei 2017:

  • Lokasi start dan finish Gowes Merdeka 2017 akan dilakukan dari satu tepat yaitu dari hotel Royal Ambarrukmo jalan Solo.
  • Melalui fasilitas pendaftaran online Gowes Merdeka, peserta bisa memesan tempat menginap di hotel Royal Ambarrukmo dengan harga khusus
  • Agar lebih nyaman bagi peserta dan sesuai masukan peserta tahun lalu, jumlah pitstop ditambah dari lima menjadi 7, dengan dua tambahan diantara Pitstop Gowok Sabrang dan Selo, yaitu di SMPN 2 Selo dan Masjid Jrakah.
  • Ada diadakan kegiatan Charity dengan beberapa sekolah yang dilalaui jalur sepeda kita. Diharapkan akan lebih memeriahkan acara Gowes Merdeka 2017

Rangkuman dari Survey 20 Mei 2017:

  • Survey dilakukan oleh 5 orang dengan menggunakan sepeda RB dan 4 orang support dengan menggunakan sepeda motor
  • Secara menyeluruh kondisi jalan jauh lebih baik disbanding dengan kondisi jalan tahun lalu. Meskipun belum 100% selesai, namun sebagian besar perkerasan jalan sudah selesai dikerjakan, dan sebagian sedang dalam proses pengerjaan yang kemungkinan akan bisa diselesaikan pada saat pelaksanaan Gowes Merdeka Merapi yang direncanakan diadakan pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017, dan kemungkinan sebagian kecil saja yang masih belum baik kondisinya
  • Satu hal lain yang menguntungkan adalah dilarangnya truk-truk besar pengangkut pasir melewati jalur ini, hanya pickup kecil mengangkut pasir, dan itupun tidak sebanyak tahun lalu.
  • Hari Sabtu, 20 Mei 2017 cuaca sangat cerah, sehingga gunung Merbabu, dan terutama Merapi sangat jelas dan indah untuk dinikmati sepanjang perjalanan, kecuali saat mendekati Selo, kabut sudah mulai menyelimuti puncak Merapi.
  • Cuaca cerah, tentunya matahari panas bersinar, namun hal ini tidak begitu menyengat karena aliran udara dingin melewati angina sepoi-sepoi di ketinggian yang membuat badan terasa nyaman bersepeda
  • Di beberapa titik masih ada pengerjaan jalan dan berdebu, jadi sangat disarankan bagi para peserta untuk memakai tutup muka rapat untuk melindungi panas dan debu
  • Di beberapa segmen yang sedang dikerjakan, lalu lintas diatur satu arah bergantian, namun tidak mengganggu bagi pesepeda, masih terus bisa berjalan, bahkan bisa menikmat berjalan di atas jalan beton baru yang belum digunakan lalu lintas umum
5 surveryor Sabtu, 20 Mei 2017 setelah checkdam

Rangkuman dari  Informasi pertama Selasa 16 Mei 2017:

Informasi pertama berdasarkan masukan dari mas Rofi yang melakukan perjalanan pada hari Kamis, 11 Mei dan de Muz dan mbak Noer yang melakukan perjalanan pada hari Senin, 15 Mei 2017. Terima kasih untuk mas Rofi, de Muz dan mbak Noer atas informasinya.

Secara singkat informasi yang mereka berikan sangat menyenangkan. Kondisi jalan sudah jauh lebih bagus dari pada tahun lalu, meskipun belum 100% mulus semuanya.

 

Informasi akan terus diupdate sejalan dengan informasi-informasi yang akan terus dikumpulkan.

Etape 1: Lokasi start di Yogyakarta –  Muntilan (Pitstop 1)

  • Lokasi Start (elevasi: 126 m), Muntilan (Elevasi: 370m)
  • Jarak: 23 kmJalan aspal hotmix dan datar
  • Point of interest: Jembatan Kali Krasak

Tempat lokasi start dan finish di lokasi yang sama yaitu di Hotel Royal Ambarrukmo, agar lebih mudah bagi teman-teman luar kota yang menginap di Yogya, jika ingin menginap di tempat start dan bisa mendapatkan harga kamar hotel yang lebih murah sebagai peserta Gowes Merdeka 2017.

Di lokasi start akan disediakan makanan kecil  sebagai sarapan ringan dan juga tersedia photobooth tempat peserta bisa melakukan sesi pemotretan sebelum menjalani start.

Peserta diharapkan sudah bekumpul di  lokasi start paling lambat jam 05:00 pagi untuk melakukan daftar ulang, dan melakukan sesi foto di photobooth yang tersedia. Sholat subuh disarankan dilakukan juga di lokasi start.

Perjalanan dari lokasi tart menuju Muntilan akan melalui jalan raya Yogyakarta-Semarang yang beraspal sangat mulus, dan denyut lalu lintas yang sudah mulai agak ramai di pagi hari. Jalanan relative datar, dan sedikit menanjak, namun tidak begitu terasa tanjakannya karena selain tanjakan relatif landai, juga tenaga kita masih penuh. Kecepatan rerata yang diharapkan sekitar 20 km/jam. Tetap jaga tenaga, gunakan sekitar 75% saja dari kemampuan kecepatan anda, karena perjalanan masih jauh. Anggap 19 km pertama ini sebagai pemanasan. Jangan terpancing ngebut..akan menguras tenaga anda terlalu cepat.

Jembatan kali Krasak adalah salah satu point of interest yang kita lalui di etape pertama ini. Jembatan kali Krasak adalah sebuah jembatan kembar sepanjang sekitar  100 meter yang melintang di atas Kali Krasak. Sungai Krasak ini adalah garis batas wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus batas antara Kabupaten Sleman (DIY) dengan Kabupaten Magelang (Jateng).

Kali Krasak bermata air di puncak gunung Merapi. Namun demikian, di sisi hulu masyarakat lebih mengenalnya sebagai Kali Bebeng. Kali Krasak sendiri sebenarnya diambil dari anak sungai kecil yang bermata air di lereng bawah gunung Merapi. Kali Bebeng dan Krasak kemudian menjadi satu aliran, dan di sisi hilir lebih dikenal sebagai Kali Krasak.

Perjalanan dari Yogya sampai Kali Krasak terasa sedikit menanjak, dan dari Jembatan Kali Krasak sampai Muntilan terasa sedikit menurun.

Saat mulai masuk Muntilan, dan jalan menjadi jalan satu arah saja dari arah kedatangan kita, para goweser diharap segera mengambil jalur paling kanan, dan perlu berhati-hati karena sekitar jam tujuh pagi lalu lintas sudah lumayan ramai, dan rombongan akan belok ke kanan di pertigaan Klenteng/Sup Empal.

Perjalanan terus berlanjut menuju Pitstop 1 , dengan melintasi satu traffic light, dan terus lurus di perempatan ber traffic light tersebut. Titik Kumpul kita di lapangan SMK Pangudi Luhur , kira-kira berjarak 1 km dari simpang Klenteng. Masuk ke gang kecil (jalan Van Lith)  sesudah bangunan SMK Pangudi Luhur.

Di Pitstop 1 ini akan istirahat sekitar 10 menit dan rencananya akan disediakan snack berat pisang dan minuman. Peserta diharap untuk mengambil minuman untuk dimasukkan ke kantong jerseynya, untuk dinikmati di tengah perjalanan.

Disarankan untuk tidak membawa beban berlebih di punggung, seperti tas punggung berisi air minum atau tas berisi barang-barang lain.

Etape 2: Muntilan (Pitstop 1) – Talun (Pitstop 2)

  • Muntilan (elevasi: 370m), Talun (Elevasi: 670m)
  • Jarak: 9 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, dan di beberapa tempat ada  kerusakan, namun kerusakan jalan berada di sisi kanan jalan dari perjalanan kita
  • Point of interest: Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu (di sisi depan kanan), dan gunung Sindoro/Sumbing (dibelakang)

Perjalanan dari Pitstop 1 di Klenteng Muntilan  akan langsung  memasuki jalan Muntilan-Talun, kita akan  bisa melihat pemandangan gunung Merapi dan Merbabu di sisi kanan perjalanan kita. Gunung Merbabu yang lebih hijau terletak di sisi  lebih kiri, dan gunung Merapi yang beberapa bagian terlihat kehitam-hitaman karena lava terletak di sisi yang lebih  kanan, seperti pasangan yang lembut dan satunya sosok yang kokoh.

Sepanjang perjalan kita akan terus melihat dua buah gunung ini, di posisi yang terus bergeser-geser mengikuti posisi perjalanan kita,   sampai nanti kita akan berjalan menembus di antar dua buah gunung tersebut. Perjalanan akan terus mengikuti jalan kabupaten kombinasi aspal dan cor-coran beton, dengan kontur terus menanjak landai-landai seperti kita menikmati perjalanan dari Yogya ke Pakem.

Kita juga akan melewati pasar Talun yang cukup ramai, dan sesudah pasar Talun jalan menurun menyeberangi jembatan. Dari atas jembatan sesudah pasar Talun ini kita akan bisa jelas melihat gunung Merapi dan Merbabu di sisi kanan jembatan, dan gunung Sindoro/Sumbing di sisi kiri jembatan.

Pitstop 2 adalah di halaman terminal pasar sayur di sisi kiri jalan setelah tanjakan yang mengasyikkan.

Di tempat ini akan disediakan lagi minuman bagi yang masih memerlukan. Disarankan untuk mengambil dan membawa botol minuman di kantong jersey kita. Di sekitar Pitstop 2 ini juga tersedia beberapa warung dan toilet bagi yang memerlukan.

Etape 3: Talun (Pitstop 2) – Gowok Sabrang (PItstop 3)

  • Talun (Elevasi: 670m) dan Gowok Sabrang (Elevasi: 1040m)
  • Jarak: 6 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton.
  • Point of interest: Pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu (di sisi depan kanan), dan gunung Sindoro/Sumbing (dibelakang)

Meskipun jarak lebih pendek dari etappe sebelumnya, hanya sekitar 6 km, namun waktu tempuh kemungkinan akan mirip-mirip. Sekitar satu jam lebih sedikit Di perjalanan kita ini, jarak bukan lagi sesuatu yang sederhana untuk memperkirakan waktu perjalanan kita……..tanjakan-tanjakannya itu yang memporak porandakan rumus sederhana t=d/v, atau waktu tempuh sama dengan jarak dibagi kecepatan ….

Kecepatan kita akan sangat bervariasi, bahkan kadang spedo meter di depan kita akan mbegegek, menunjukkan angka nol saat kita masih mengayuh di atas sadel, ya karena terlalu pelannya dalam menaklukkan tanjakan… ora opo-opo…

Peserta bebas untuk memilih tempat istirahat mandiri sesuai keperluan masing-masing, dan jangan terpengaruh kecepatan pengendara sepeda yang lain, meskipun panitia sudah menyediakan tempat istirahat resmi di pitstop pada jarak-jarak yang relative pendek, sekitar 1 jam perjalanan.

Nikmati terus pemandangan gunung Merapi dan gunung Merbabu yang semakin nampak dekat, yang posisinya berubah-ubah sesuai arah perjalanan kita, dan di punggung gunung Merbabu akan mulai kelihatan perkampungan

Jalan di Gowok Sabrang sebelum Pitstop 3 (Status 15 Mei 2017)-Foto Mbak Noer

Pitstop 3 di Gowok Sabrang, lokasinya berada di pengkolan jalan setelah tanjakan panjang. Di tempat ini akan disediakan minuman bagi yang memerlukan.

 

 

Etappe 4: Gowok Sabrang (Pitstop3) – SMPN 2  (Simpang Ketep)

  • Gowok Sabrang (Elevasi: 1040m) dan SMP2 Simpang Ketep (Elevasi: 1180m)
  • Jarak: 4 km
  • Jalan agak rolling
  • Point of interest: Check Dam yang indah dan Pemandangan gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan.

 

Perjalanan yang hanya berjarak sekitar 4 km ini  ini akan menyeberang dari daerah kabupaten Magelang, masuk ke kabupaten Boyolali, Surakarta. Di satu bangunan setelah SD Negeri Tlogole, semua peserta diharap untuk berhenti dahulu, dan akan ada panitia yang mengingatkan setelah titik tersebut akan ada turunan tajam menuju ke Check Dam

Jalan turunan setelah Pitstop Gowok Sabrang – Status 15 Mei 2017 foto dari mbak Noer

Dirasa perlu untuk berhenti sejenak di tempat ini untuk mengingatkan kembali para peserta untuk ekstra hati-hati karena turunan tajam di jalur depan.

 

 

Tanjakan setelah checkdam (20 Mei 2017)

Setelah Tempat Kumpul Tlogolele ini, akan terdapat beberapa turunan tajam. Para peserta harus disiplin berjalan di sisi kiri jalan, dan mengkontrol kecepatan mulai dari puncak jalan. Mulai mengerem sebelum jalan menurun, dan terus mengerem sedikit-sedikit di turunan, untuk tetap bisa mengkontrol kecepatan. Ada satu turunan tajam, yang berujung pada jembatan sempit di jalan yang menikung, dan permukaan jalan diselimuti pasir tipis, yang menyebabkan agak licin saat kita melaluinya.

Survey Gowes Merdeka Merapi #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

Check Dam Sabo menjadi akan menjadi titik menarik yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto-foto di tempat ini. Check Dam Sabo ini sangat memukau dengan perbedaan ketinggian dari satu sisi sungai ke sisi sungai yang lain. Beberapa teman memilih menuntun waktu melewati jalan menurun untuk mencapai tengah  check dam.

Tanjakan persis setelah checkdam dengan latar belakang penampakan Merapi #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA


Selepas dam Sabo, jalan akan semakin menanjak, dan  berbeda dengan tahun lalu, jalur ini sudah selesai pengerjaannya, jadi nyaman dan mulus.

Merapi dari Checkdam Jrakah – Spherical Image – RICOH THETA


Peserta disarankan untuk istirahat sejenak di sekitar Simpang Ketep yang bagus pemandangannya.

Etappe 5 : SMPN2 Selo/Simpang Ketep(Pitstop 4)  – Masjid Jrakah (Pitstop 5)

  • Simpang Ketep (Elevasi: 1180m) danMasjid Jrakah  (Elevasi: xxxxm)
  • Jarak: 4 km (Tanjakan yang paling tajam dan panjang)
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton, dan beberapa segmen,  kondisi jalan rusak. Dan dibeberapa titik jalan rusak dibagian kiri, Peserta disarankan untuk tidak mengambil jalur kanan, karena lalu lintas ramai. Jalan terus menanjak lebih tajam.
  • Point of interest:  Pemandangan gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan.

 

Menatap pemukiman dan pertanian di punggung Merbabu di depan mata sambil sesekali menengok Merapi yang gagah di kanan kita. #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA

Jrakah adalah satu desa bagian dari kecamatan Selo adalah salah satu desa di lereng gunung Merapi, namun desa Jrakah terletak di kaki gunung merbabu, dari desa ini  terlihat pemandangan yang sangat indah, sebelah barat gunung sindoro dan gunung sumbing, di selatan ada gunung merapi dan di utara ada gunung Merbabu.

Perjalanan selanjutnya menuju Pasar Jrakah. Di jalur ini terdapat tanjakan yang paling tajam tetapi pendek. Perlu menyiapkan tenaga ekstra.

Etappe 6 : Masjid Jrakah(Pitstop 5) – Selo (Pitstop 6)

  • Masjid Jrakah (Elevasi: xxxx m) dan Selo (Elevasi: 1576m)
  • Jarak: 3 km
  • Jalan kombinasi aspal dan jalan beton, beberapa tempat ada pekerjaan perbaikan beton, dan beberapa segmen, terutama ketika mendekati Selo kondisi jalan rusak. Dan dibeberapa titik jalan rusak dibagian kiri, Peserta disarankan untuk tidak mengambil jalur kanan, karena lalu lintas ramai. Jalan terus menanjak lebih tajam.
  • Point of interest:  Pemandangan gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan.

Saat diantara Jrakah dan Selo, udara dingin terasa menusuk. Akan agak terasa aneh, kondisi badan yang hangat setelah sepedaan sejauh itu, namun terasa dingin oleh hembusan angin.

Masjid di Jrakah akan menjadi tempat perhentian sebelum Selo

Kita akan mulai bersepeda di punggung gunung Merbabu, dan menikmati gunung Merapi di sisi kanan kita.

Pemandangan di jalur ini sangat indah, dimana gunung Merapi tampak dekat di sebelah kanan kita. Peserta dipersilakan untuk berfoto-foto ditempat yang diinginkan. Dan terus tetap berhati-hati terhadap pengendara mobil dan motor yang sesekali lewat.

 

Pitstop 6: Selo untuk makan siang bersama.

Etape 7: Selo (Pitstop6 ) -Klaten (Pitstop 57

Ettape yang akan terus menurun ini dapat dibagi menjadi 2 bagian:

Etappe 7.a Selo (Pitstop 4) – Tugu Mliwis

  • Selo (Elevasi: 1576m) dan Tugu Mliwis (El. 760m)
  • Jarak: 12 km
  • Jalan beton dan/atau aspal sudah bagus
  • Point of interest: Pasar Sayuran Cepogo, Turunan-turunan tajam dengan pemandangan pedesaan di bawahnya dan patung Irung Petruk (Jangan lewatkan untuk berfoto di tempat ini)

Jalan aspal dan jalan beton antar kota selain turunan tajam,  ramainya kendaraan menuntut kita untuk sangat hati-hati dan waspada.

Irung Petruk

Perjalanan dari Selo akan melalui beberapa tempat yang indah untuk berfoto, termasuk Irung Petruk yang ada patungnya. Peserta perlu sangat hati-hati mengingat medannya yang menurun tajam dan ramai lalu lintas.

Jalur turunan Selo-Irung Petruk #theta360 – Spherical Image – RICOH THETA


Setelah melewati Pasar Sayur Cepogo, perjalanan akan melewati satu pompa bensin, dan bertemu dengan pertigaan yang ada tugu (Tugu Mliwis), peserta akan belok ke kanan menuju Jatinom (Di kiri jalan setelah belokan ada toko bernama AsGross sebagai tanda)

Semua peserta yang berada di depan diminta berhenti di dekat Tugu Mliwis untuk menunggu rombongan, dan bersama-sama melanjutkan perjalanan

Etape 7b : Tugu Mliwis – Alun-alun Klaten (Pitstop 7)

  • Tugu Mliwis (El. 760m) dan Alun alun Klaten (Elevasi 170m)
  • Jarak: 37 km
  • Jalan aspal mulus, terus menurun melewati hutan-hutan kecil dan rumah-rumah penduduk
  • Point of interest: jalan yang halus, menurun dan nyaman

Perjalanan akan melalui jalan arah Tulung-Jatinom. Pada rute ini jalan akan menurun terus, dan diusahakan untuk bisa bersepeda dalam rombongan agar tidak tersesat sampai ketemu jalan raya Boyolali-Klaten, untuk berlanjut menuju Alun-alun Klaten.

Di Pitstop 5  Alun-alun Klaten akan istirahat sejenak untuk minum.

Liputan Kaltim Post di Gowes Merdeka 2016
Liputan Kaltim Post di Gowes Merdeka 2016

Etape 8: Alun-alun Klaten(Pitstop 7) –  Lokasi Finish

  • Alun alun Klaten (Elevasi 170m) dan Yogyakarta(Elevasi 100m)
  • Jarak: 27 km
  • Jalan raya Solo-Yogya aspal mulus, dengan lalu lintas yang ramai

Perjalanan etappe terakhir ini akan melalui jalan raya Solo-Yogya, yang berkemungkinan masuk kota Yogya hari sudah mulai gelap bagi sebagian peserta. Jadi persiapan lampu sepeda di belakang dan depan sangat perlu dilakukan.

Di lokasi finish para peserta yang memasuki finish akan beramah tamah sebentar sambil menikmati makanan yang disediakan dan upacara penerimaan medali/sertifikat serta sesi foto-foto di photobooth yang tersedia.

Semoga para peserta bisa sabar bersepeda, menikmati setiap kayuhan di tengah-tengah pemandangan gunung Merapi dan Merbabu yang indah. Selamat menikmati epic endurance cycling.

Foto-foto Gowes Merdeka 2016 bisa dilihat di sini:





Read: 1366 times.

You May Also Like

11 thoughts on “Persiapan Gowes Merdeka Merapi 2017

  1. Pingback: Gowes Merdeka 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 19 =