Mengerti namun Tidak Menjalani

Suatu hari Sang Buddha berjalan melintasi sebuah desa. Seorang pemuda kasar yang sangat marah muncul dan mulai menghinanya. Pemuda tersebut pun berteriak kepada Sang Buddha “Anda tidak berhak mengajari orang lain! Kamu sama bodohnya dengan orang lain! Kamu bukanlah apa-apa selain munafik!” Sang Buddha tidak marah dengan hinaan ini dan sebaliknya Sang Buddha berkata kepada pemuda tersebut “Katakanlah padaku, jika kamu membeli hadiah untuk seseorang dan seseorang itu tidak menerimanya, Siapakah pemilik hadiah itu ?” Pemuda tersebut terkejut dan bingung karena diberikan pertanyaan yang aneh, kemudian dia menjawab “Hadiah itu akan menjadi milikku karena aku yang membeli hadiah itu”. Sang Buddha tersenyum dan berkata “Hal itu benar, seperti halnya juga dengan Kemarahan. Jika kamu menjadi marah denganku dan aku tidak merasa terhina oleh mu, maka kemarahan itu akan kembali padamu. Anda kemudian menjadi satu-satunya yang tidak bahadia, bukan aku. Semua yang anda lakukan akan menyakiti anda sendiri”. “Jika anda ingin berhenti menyakiti diri sendiri maka anda harus menyingkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi Cinta Kasih. Ketika anda membenci orang lain, maka diri andalah yang akan menjadi tidak bahagia. Tetapi ketika anda mencintai orang lain, semua orang akan menjadi bahagia”. Pemuda tersebut mendengar kata-kata bijak Sang Buddha dan berkata “Anda benar, wahai yang telah mencapai penerangan, Tolong ajari saya menuju Cinta Kasih”. (Sumber: unknown)

thank_you_lord_-_kids2Setiap hari adalah hadiah (maka saat ini disebut present), setiap saat adalah rahmat. Dan jika saya mensyukuri dan menikmati rahmat dan hadiah ini, maka saya akan dikayakan karena saya menerima setiap hadiah dan rahmat tersebut. Namun jika saya cuek dan tak peduli, makan rahmat dan hadiah indah tersebut akan kembali mengalir kepada Sang Pemberi, dan tidak ada yang tinggal di diriku.

Tantangan hidup adalah bersyukur atas apapun yang kuterima, dan kenyatanaannya, lebih sering aku tersandera oleh kemarahan untuk menuntut sesuatu yang aku inginkan. Kapan sembuhnya…..

Selalu perlu belajar untuk bersyukur. Tahu apa yang seharusnya, namun sering terjebak pada apa yang sebaliknya. Ampunilah aku ya Tuhan…

Read: 8 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.