Mendidik Dengan Cerita – Resensi Buku

MENDIDIK DENGAN CERITA

Begitu indah dan mententeramkan  kulihat di depanku, saat anakku mulai berpindah dari alam sadar ke alam mimpinya dengan wajah tersenyum sambil memegang tanganku, membawa khayalannya terbang jauh meloncat-loncat bebas dari satu tepian awan ke tepian awan  yang lain, merangkai kata-kata ceritaku yang lepas memicu daya imaginasinya, yang baru saja selesai kudaraskan dari samping tempat tidurnya, untuk mengantarnya tidur.

mitabelajarmembaca-2Berapa sering kita meluangkan waktu di malam hari, sebelum anak kita tidur, bercerita tentang kecerdikan, nilai-nilai kebajikan, putri raja, pangeran, keluhuran, kebaikan hati dan lain-lain? Berapa sering kita mendengar permintaan dari anak kita untuk mengulang-ulang cerita yang sama tanpa bosannya, dan ingin ceritanya ditambah lagi, diperpanjang lagi? Berapa sering kita merasa kebingungan bagaimana cara untuk bercerita yang baik dan menyenangkan bagi anak-anak kita?

Buku Mendidik dengan Cerita adalah satu buku panduan praktis untuk mendongeng. Disusun berdasarkan ringkasan studi panjang dari uji coba di Sudan, Mesir, Yordania dan Lebanon, ditengah tugas sang penulis dalam mempersiapkan guru-guru bahasa di sebuah pesantren, dan tugas membimbing dalam uji coba di sekolah-sekolah dasar.

Buku panduan ini, sangat cocok untuk bisa dipergunakan oleh para guru Sekolah Dasar dalam mempersiapkan diri untuk memperkaya pelajaran bahasa dengan cara mendongeng, dimana di beberapa negara di Timur Tengah, cerita telah resmi menjadi bagian dari pelajaran bahasa dan telah ditetapkan jam khusus untuk itu. Buku ini disusun dengan komposisi yang sangat sederhana, mulai dari bagaimana mengarang cerita yang tapat untuk anak-anak, bagaimana cara bercerita kepada anak didik, penyimakan, ungkapan ulang siswa setelah penceritaan sampai dengan petunjuk bagi kepala sekolah untuk mengukur keberhasilan program mendidik dengan cerita ini. Selain itu, buku ini dilengkapi juga dengan cerita-cerita  beserta petunjuk khusus setiap cerita, tentang makna, tokoh dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Buku ini sangat gampang untuk diikuti meskipun oleh orang awam yang baru mulai belajar bercerita. Hanya bermodal niat dan kemauan, kita bisa mulai mencoba  untuk menjadi seorang pendongeng, setelah membaca buku ini.

Bagian pertama buku ini menerangkan beberapa hal tentang cerita, antara lain:

  • Mengarang ceritayang secara ringkas dan gamblang memberikan gambaran tentang tiga unsur pokok dalam mengarang, yaitu ide yang terkandung dalam cerita, susunan ide yang teratur dan bahasa serta gaya bahasa yang dibentuk oleh ide. Di bab ini penulis menerangkan tentang unsur-unsur yang ada dalam mengarang cerita dari awal mula terbentuk ide, bagaimana kita menyusun ide dengan runtut dan teratur, serta penggunaan bahasa dan gaya bahasa yang tepat untuk usia anak yang dituju, dimana disarankan dalam mengarang cerita untuk anak, kita harus mempergunakan bahasa indah yang dapat dipergunakan dan dimengerti oleh anak. Sedikit lebih ‘tinggi’ dari bahasa sehari-hari anak-anak, agar bermanfaat untuk memperbaiki bahasa dan gaya bahasa anak.
  • Penceritaan, atau bercerita yang baik adalah menyebarkan  ruh baru yang kuat dan menampakkan gambaran yang hidup di hadapan pendengar. Pendongeng sangat berpengaruh besar bagi pendengarnya. Diperlukan banyak latihan agar mampu menyampaikan berbagai bentuk cerita dengan penyampaian yang menarik dan menyenangkan bagi pendengar. Keberanian untuk memanfaatkan seluruh potensi diri dalam bercerita, seperti menirukan suara binatang, menirukan gerakan-gerakan, memperagakan adalah contoh-contoh laku yang bisa dicoba untuk lebih mengesankan anak didik dalam menerima cerita. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penceritaan antara lain:
  • Pemilihan cerita, pemilihan cerita sedih atau gembira sangat tergantung kepada keadaan jiwa pendongen yang akan sangat berpengaruh kepda setiap penceritaan. Faktor lain dalam pemilihan cerita adalah situasi dan kondisi siswa
  • Penyiapan sebelum masuk kelas, merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan oleh pendongeng . Setiap menit yang digunakan untuk berfikir dan mengolah cerita sekaligus mempersiapkannya sebelum pelajaran dimulai akan  membantu penyampaian
  • Pemilihan posisi duduk siswa perlu santai dan jauh dari kesan resmi serta menimbulkan rasa bebas jiwanya – dengan beberapa aturan tentunya. Jalinan keakraban yang wajar antara guru dan murid sangat kuat dalam menghidupkan suasana penuh kasih sayang dan menghibur. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibu Bobby Porter dalam bukunya Quantum Teaching yang menyatakan bahwa keakraban guru dan murid adalah faktor utama dan pertama yang harus diraih guru agar mendapatkan hak mengajar di depan anak-anak. Suatu hal yang perlu pengorbanan dan penuh resiko bagi guru untuk melakukan hal ini, terutama untuk keluar dari daerah aman guru,sebagai seseorang yang ‘lebih tinggi’ posisinya dari pada murid-muridnya.
  • Penyimakan adalah pemahaman siswa secara penuh terhadap apa yang didengar dari kisah-kisah yang disampaikan guru. Dalam proses ini, imajinasi anak bebas terbang melewati pucuk-pucuk dedaunan pohon disekitar, menaiki bukit dan gunung mencapai ketinggian awan merasakan hangatnya sinar surya. Para siswa membayangkan dirinya bermain bersama para tokoh cerita.adalah pemahaman siswa secara penuh terhadap apa yang didengar dari kisah-kisah yang disampaikan guru. Dalam proses ini, imajinasi anak bebas terbang melewati pucuk-pucuk dedaunan pohon disekitar, menaiki bukit dan gunung mencapai ketinggian awan merasakan hangatnya sinar surya. Para siswa membayangkan dirinya bermain bersama para tokoh cerita. Mereka terlibat melalui kayalannya mengikuti cerita. Dalam bagian ini penulis mengingatkan perlunya anak untuk menceritakan kembali cerita yang mereka dengar dengan bahasa mereka sendiri untuk melatih anak mengemukakan pendapat, merangkai pengertian dan berbicara dengan runtun di depan umum, yang wujutnya bisa beraneka pilihan :
  1. Menjawab pertanyaan yang diajukan guru
  2. Menceritakan sebagian atau keseluruhan cerita dengan bahasa anak
  3. Saling tanya dan jawab antara anak-anak yang dibagi dalam 2 group
  4. Memperagakan tokoh-tokoh
  5. Menggambarkan tokoh-tokoh dan ceritanya dll

Bagian kedua buku ini berisi 30 buah cerita/dongeng yang masing-masing dilengkapi dengan petunjuk khusus cerita, antara lain:

  • Tokoh-tokoh dalam cerita dan karakternya
  • Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan ke siswa
  • Cara peragaan
  • Hal-hal yang harus ditekankan dalam cerita tersebut dll

Dongeng atau cerita adalah hal yang sangat digemari anak-anak kita, namun berapa banyak dongeng yang mereka terima di jaman sekarang ini. Serta berapa jam waktu yang kita luangkan untuk anak-anak kita agar mereka bisa bercerita menuangkan pikiran dan idenya dengan bebas tanpa kita memotongnya, karena kita merasa bosan. Betapa seorang anak sangat ingin bercerita, bisa dibaca juga di buku Toto –Chan si Gadis Kecil di tepi Jendela, buah karya Tetsuko Kuroyanagi, yang bercerita tentang seorang gadis yang dianggap banyak orang sebagai gadis nakal yang cerewet tak mau diam, namun dengan penanganan yang benar, tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan menyenangkan

mitabelajarmembaca-11Anak seperti sebuah lembaran putih yang penuh imajinasi. Anak perlu sentuhan dan suntikan agar bisa bermakna lebih. Cerita mampu mendidik rasa, imajinasi, akhlak dan mengembangkan pengetahuan anak dengan cara aktif. Buku ini berguna tidak hanya untuk para guru sekolah dasar, namun sangat berguna juga untuk orang tua yang ingin lebih dekat dan ingin lebih banyak memberi bekal kepada anak –anaknya dengan cara  bercerita menuangkan ajaran-ajaran kasih yang bersifat universal dan terbuka untuk semua umat manusia , agar anak mampu mengolah dan mengembangkan sendiri sesuai usianya sebagai bekal hidupnya kelak.

Anakku tidur tenteram setelah aku bercerita penuh imajinasi.

Besok ceritain lagi yaaaa…..begitu katanya sebelum terlelap tidur….Kalimat sederhana yang membanggakanku dan membuat aku tersenyum sepanjang malam.

Terima kasih Tuhan, aku telah memaknai hidupku dengan menuangkan kasih kepada anak-anakku. Semoga Tuhan senantiasa menolongku di setiap hari-hariku.

Aku percaya Engkau lebih peduli dengan kesediaanku dibandingkan dengan kemampuanku.

  • Judul Asli                 : Al-Qissah fi al-Tarbiyah
  • Penulis                       : Dr. Abdul Aziz Abdul Majid
  • Penerbit asal           : Daar al Maarif, Mesir
  • Penerjemah             : Neneng Yanti Kh. Dan Iip Dzulkifli Yahya
  • Penerbit                    : PT REMAJA ROSDAKARYA
  • ISBN                           : 979-692-087-5
  • Jumlah halaman   : 205 halaman

 

Read: 264 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.