Kesiapan Memanfaatkan Teknologi

“Kasih, aku akan duduk di bawah pohon sambil menatap rembulan, dan aku berharap  melihat dirimu di sana“, “Kasih, bunyi bel sepeda Pak Pos akan selalu kutunggu setiap hari” atau “ Kasih, bunyi dering pesawat telpon akan selalu kuharapkan siang dan malam” Itu kalimat yang sering kita dengar atau kita baca di novel/cerpen, ketika seorang perempuan mengantar kepergian kekasih hatinya, yang akan bepergiaan ke tempat yang jauh untuk beberapa lama.

Kalimat-kalimat tersebut, pada saat ini sudah mulai berubah, “Kasih, aku akan rajin di depan komputerku menunggu kabar dan ceritamu, aku akan menunggu ‘e-mail’mu setiap saat”.

Empat pengungkapan, duduk sambil menatap rembulan,  bunyi bel sepeda pak pos,  bunyi dering pesawat telpon, dan  rajin duduk di depan komputer……nampaknya empat hal yang sangat berbeda, sangat berlainan dan saling tidak berhubungan. Tetapi jika kita telaah lebih jauh, empat hal tersebut merupakan suatu proses yang sama, suatu perkembangan dari waktu ke waktu untuk menyatakan bagaimana seorang perempuan rindu akan kabar dari kekasih hatinya, suatu proses seorang perempuan berharap akan menerima kabar dan cerita dari kekasih hatinya yang sedang bepergian ke tempat yang jauh untuk beberapa lama.

info_ethics1 Hal ini adalah salah satu contoh sederhana  bagaimana perkembangan teknologi informasi, dan disini sebagai contoh adalah jasa pengantaran surat,  teknologi pesawat telpon , teknologi surat elektronis, telah merubah kebiasaan hidup kita sehari-hari. Dan hal seperti itu  terus menerus berjalan di segala bidang, baik kita sadari maupun tidak kita sadari, baik kita inginkan maupun tidak kita inginkan. Perkembangan teknologi  terus menerus akan merubah cara kita berfikir, cara kita bertindak, cara kita bergaul, cara kita bekerja, cara kita bercinta dan lain sebagainya di segala sendi-sendi kehidupan kita.

 Perkembangan teknologi yang merubah kita tersebut,  secara sadar harus benar-benar kita siasati,  dan kita sebagai manusia harus terus menerus belajar, memahami dan menyadari kehadirannya. Kita harus bersiaga supaya kita benar-benar siap untuk berubah ke arah yang lebih baik dan benar dengan kehadiran teknologi tersebut, supaya kita tidak malahan mundur dan hancur akibat kehadirannya, karena kita belum siap untuk menerima dan memanfaatkannya. Kesiapan kita untuk memanfaatkan kemajuan teknologi tergantung dari cara kita mempersiapkan diri, tergantung dari cara kita mengantisipasi kehadirannya dan tergantung dari kemauan kita untuk secara positif menerima dan memanfaatkannya untuk kebaikan bersama.

 Teknologi berpengaruh pada kehidupan kita

Banyak kemajuan teknologi dan perubahan kita alami dan rasakan akhir-akhir ini, dari suasana jalanan yang masih tanah dan berdebu, sedemikian cepat aspal dan beton sudah merubahnya menjadi sarana mulus yang mengenakkan. Dari sarana angkutan kereta kuda dan sepeda, sedemikian cepat teknologi mesin sudah merubahnya  menjadi bus, truk serta sepeda motor. Masih banyak lagi kemajuan-kemajuan yang hadir di sekitar kita, dan hal-hal tersebut tidak akan pernah selesai jika harus kita sebutkan satu persatu. 

Hasil kemajuan teknologi  sedemikan cepat membanjiri kita, lalu apa yang harus kita persiapkan dan lakukan. Apakah kita akan duduk diam, atau berdiri bersorak sebagaimana halnya saat kita menonton pertandingan sepak bola di stadion, lalu kita mencaci pemain kalau mereka tidak bermain sebagaimna kita harapkan, atau bahkan melempar wasit dengan sandal atau botol kalau kita tidak puas ? Tentu tidak…….kita tidak boleh hanya menonton, atau bahkan menghindar, kita semua seharusnya ikut bermain, ikut aktif memanfaatkan  kemajuan teknologi untuk memberi nilai tambah dari setiap aktifitas yang kita lakukan, setiap langkah kerja yang kita lalui , bahkan merubah cara kita bekerja untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara yang lebih mudah dan ringan.

Hal tersebut secara sadar maupun tidak sadar sudah kita lakukan dan jalani. Kita pergi ke tempat bekerja hampir  selalu melalui jalan aspal, sehari-hari kita sudah memanfaatkan sarana bus, mobil maupun sepeda motor.

 Apakah kita sudah merasa puas melihat cara kita memanfaatkan kemajuaan teknologi pada saat ini ? Rasanya masih banyak sebagian dari kita yang memanfaatkan teknologi  baru sekedar mempergunakan, tapi belum sepenuhnya siap memanfaatkan secara baik dan benar. Masih banyak kita melihat kesemrawutan lalu lintas di jalanan akibat kurang benarnya  para pemakai sarana modern tersebut. Begitu sering kita melihat beberapa sopir bus, sopir mobil, pengendara sepeda motor berhenti mendadak, pindah jalur jalan secara mendadak tanpa memberikan tanda, atau bahkan berjalan zig-zag dengan bangganya tanpa mempedulikan pemakai jalan yang lain.

 Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Satu hal yang rasanya paling sederhana untuk kita cermati  adalah belum siapnya sebagian dari kita untuk memafaatkan kemajuan teknologi dan sarana tersebut secara baik dan benar. Jiwa, pikiran serta mental kita belum sepenuhnya siap untuk memanfaatkan mobil, bus dan sepeda motor secara benar dan baik. Masih banyak dari para pemakai sarana tersebut yang masih bermental kereta kuda, yang masih bermental sepeda. Masih banyak dari kita yang masih menganggap bahwa jalanan kita ini sepenuhnya masih dipenuhi oleh kereta kuda dan sepeda, termasuk mobil serta sepeda motor yang dikendarainya. Dengan asumsi seperti itu, sebagian dari kita yang sudah mempergunakan teknologi masa kini, menganggap segalanya masih sesuatu yang sama dengan saat memakai teknologi yang lalu, bisa berhenti seenaknya seperti halnya kita naik sepeda di depan rumah, bisa mengendarai kendaraan sambil mengobrol dengan pengemudi kendaraan yang lain, memenuhi jalan dan lain sebagainya. Kadang masih ada yang menganggap kalau sudah mampu membeli sepeda motor, bisa langsung memakainya sebagaimana kita membeli sepeda. SIM, STNK adalah barang asing bagi sebagian dari kita.

 Bisa kita bayangkan, dengan situasi serta kondisi sebagian dari kita masih jauh dari tahu apa yang terjadi, kini begitu beragam teknologi dan kemajuan yang membanjiri kita. Sarana Internet, sarana elektronik mail begitu cepat datang. Apakah semua masyarakat kita sudah siap dengan kehadiran sarana ini ? Apakah fenomena sepeda motor dan sepeda serta bus dan kereta kuda diatas tidak akan terulang lagi di sini? Dan apa akibatnya jika hal tersebut terjadi ?

Teknologi Internet

Pada saat ini di dunia terdapat lebih dari 100 juta beragam jenis komputer tersebar di segala penjuru dunia untuk berbagai macam keperluan dan kebutuhan. Keberadaan komputer-komputer tersebut dan didukung oleh tersedianya teknologi komunikasi, sangat membantu kita untuk saling tukar menukar informasi dalam format apapun, baik tulisan, gambar, foto, suara maupun film kemanapun di seluruh pelosok dunia. Pertukaran informasi yang dimungkinkan, sangat kita harapkan mampu memberi nilai tambah ke setiap aktivitas kehidupan kita. Akan tetapi pasti tidak tertutup kemungkinan terjadinya pemanfaatan secara salah dari kemudahan-kemudahan tersebut. Keberadaan komputer dan jalur tol informasi (‘ The information highway’) akan merubah budaya kita secara dramatis seperti halnya saat terciptanya mesin cetak di abat pertengahan. Perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh teknologi informasi bukan akan terjadi pada waktu yang lama, tapi segera akan terjadi, bahkan sudah mulai terjadi, dan kita semua bangsa Indonesia tentunya berkeinginan untuk ikut serta dalam perubahan tersebut sejak dini.

 Salah satu hal yang mempercepat tersedianya jalur tol informasi bagi kita di Indonesia, adalah menurunnya beaya fasilitas komunikasi ke jalur Internet sejalan dengan menjamurnya Penyedia jasa Internet lokal di negeri kita tercinta ini. Beberapa tahun yang lalu, jika kita di Indonesia ingin terhubung ke jaringan Internet, sangat besar beaya yang kita perlukan. Karena kita perlu memiliki sendiri infrastruktur telekomunikasi ke Amerika Serikat, di mana satu-satunya pilihan saat  itu hanya dengan mempergunakan saluran satelit. Maka hanya perusahaan-perusahaan besar, terutama yang berinduk di Amerika Serikat yang memiliki jalur ke Internet. Hal ini terutama untuk keperluan perusahaan tersebut berkomunikasi dengan perusahaan induknya. Akan tetapi pada saat ini, jika kita ingin terhubung ke Internet, kita hanya perlu memiliki PC, modem, saluran telpon dan kita bisa mendaftar ke penyedia jasa Internet lokal dengan beaya yang sangat murah. Dan kita bisa ikut di ‘berkelana’ secara bebas di dunia Internet.

Seperti halnya pada pemanfaatan teknologi baru lain, untuk mampu memanfaatkan teknologi Internet secara maksimal dan benar untuk memberi manfaat dan nilai tambah dalam kehidupan, kita harus mengetahui secara mendalam apa, siapa dan bagaimana teknologi Internet  tersebut dan hal-hal apa yang perlu kita ketahui secara mendasar, juga bagaimana sebaiknya kita memandang dan memanfaatkannya. Beragam pandangan saat ini di dalam masyarakat kita dalam menyikapi dunia Internet. Sebagian dari kita melihat Internet seperti samodra informasi yang sangat berguna,  dimana dengan sangat gampang kita bisa mendapatkan informasi apapun yang kita perlukan dan bermanfaat untuk mendukung dan memberi nilai tambah setiap langkah kehidupan kita (ada yang memberi istilah, Informasi ada di ujung jari kita). Karena di manapun kita berada, kapanpun, jam berapapun, asalkan  kita memiliki ‘peralatan’ yang diperlukan, kita bisa mengakses data/informasi di Internet. Namun sebagian dari kita masih melihat bahwa Internet adalah sesuatu yang menakutkan bagi kita, keluarga kita dan masyarakat kita. Di mana menurut pendapat golongan ini, banyak informasi yang menyesatkan, informasi yang tak seharusnya dilihat, gambar-gambar porno dan lain-lain tertampang begitu jelas di Internet serta bisa dilihat dengan gampang dan gamblang.

 Pendapat mana yang benar dan pendapat mana yang salah,  rasanya tidak akan kita perdebatkan di sini. Yang perlu kita tanamkan dalam hati dan pikiran kita adalah pengertian bahwa dunia Internet adalah cermin dari masyarakat nyata yang ada di bumi tercinta ini. Jika di masyarakat nyata, kita bisa menemukan orang-orang yang baik,  tempat-tempat yang sehat dan hal-hal lain yang positiv, dan di lain fihak kita bisa juga menemukan orang-orang jahat,  tempat-tempat yang selalu kita hindari karena kerawanannya, serta hal-hal lain yang negativ. Begitu pula di dunia Internet, banyak situs-situs berguna, yang bisa kita lihat dan kita manfaatkan informasinya, banyak forum-forum diskusi yang menarik yang akan menambah wawasan kita. Dan seperti di dunia nyata, kita juga bisa menemui situs-situs ‘gelap’. Akan sangat mudah kita bisa temukan situs-situs yang secara terang-terangan berisi materi yang menyerang orang lain,  menyerang pemerintah suatu negara atau ideologi lain, yang rasanya sangat tidak cocok dengan budaya bangsa kita. Terlebih-lebih lagi, kebenaran dan keabsahan informasi tersebut sulit untuk dipertanggung jawabkan.

 Dengan melihat kenyataan tersebut, kita perlu mengerti beberapa prinsip dasar yang harus kita pegang dalam memanfaatkan Teknologi Internet ini, antara lain :

  • Kita harus terus menerus berpegang pada nilai-nilai yang kita anut. Setiap reaksi dari suatu masukan dan hal-hal yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagian besar melalui saringan nilai-nilai yang kita anut. Kita akan menolak untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak benar, kita akan berangkat menolong seseorang yang sedang kesusahan dan lain-lain tindakan muncul dan ada berdasar nilai-nilai yang kita anut. Dan dalam menjelajahi dunia Internet, kita harus terus menerus berpegang pada nilai-nilai kita sendiri, karena dunia Internet adalah cermin dari dunia nyata kita. Sangat banyak hal-hal yang bisa kita lakukan, bisa kita temukan dan bisa kita pelajari. Tanpa kita berpegang pada nilai-nilai yang kita anut, akan sangat gampang gelombang ketidak pastian menggoyang kita.
  •  Kita harus terus menerus sadar di mana kita berada. Seperti halnya di dunia nyata yang kita tempati ini, kita akan merasa aman dan nyaman jika kita berada di tempat yang kita kenal sebelumnya. Misalnya kita belanja di suatu toko yang sudah biasa kita datangi, kita akan bisa dengan cepat memutuskan untuk membeli sesuatu. Tapi jika kita belanja di suatu toko yang belum pernah kita kunjungi dan belum pernah kita dengar sebelumnya, pasti kita akan lebih berhati-hati dalam memilih barang,  menawar maupun memutuskan untuk membelinya. Begitu pula di dunia Internet, dimana jika suatu saat kita ‘berenang’ di samodra informasi WEB, begitu mudah dan cepatnya kita bisa meloncat-loncat dari suatu situs ke situs yang lain yang bisa berdekatan maupun berjauhan letak fisiknya, bahkan sangat dimungkinkan dalam satu halaman informasi, letak fisiknya berada di bagian dunia yang lain tanpa kita ketahui dengan pasti. Pada awalnya pasti kita memulai dengan memasuki suatu situs WEB yang sudah kita kenal, kemudian bisa secara sadar maupun tidak sadar kita meloncat ke tempat lain dan seterusnya dan seterusnya. Dan disini sangat penting kita untuk selalu sadar tahu dimana kita berada, supaya untuk diri sendiri, kita bisa menilai akurat tidaknya informasi yang disajikan.
  •  Selalu awasi anak-anak kitaSetiap saat, di kehidupan kita, pasti kita tak akan membiarkan anak-anak kita bermain-main sendiri di tempat-tempat yang masih asing bagi kita. Di dunia Internet, hal yang sama harus kita lakukan. Kita tak boleh membiarkan anak-anak kita menjelajahi dunia ini sendirian, tanpa pengawasan orang tua. Sejak dini, orang tua harus sudah membimbing anak-anaknya dalam menjelajahi dunia maya ini dengan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik.
  •  Jagalah uang anda.  Sangat sering di dunia Internet, kita jumpai situs-situs yang menawarkan barang maupun jasa dengan cara meminta nomor kartu kredit kita. Secara khusus kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan informasi ini. Jagalah uang anda dengan tidak memberikan nomor kartu kredit anda secara serampangan.

 Begitu banyak berita yang bisa benar dan bisa tidak benar, dengan sangat gampang terpampang dan berjalan-jalan membanjiri kita.  Mereka bisa kita lihat atau datang ke kita dari manapun di seantero dunia ini, dari siapapun baik orang yang kita kenal maupun tidak kenal, baik dari orang yang secara jujur dan benar menyebutkan identitas dirinya maupun yang secara sengaja memalsukan identitas dirinya tanpa kita ketahui dengan pasti. Semuanya bisa kita cari atau datang ke kita, memberi informasi ke kita. Dan kita sebagai penerima berada di fihak yang menentukan untuk menilai isi dari pesan tersebut. Bisa kita bayangkan, jika kita tidak dilandasi dengan pengertian yang kuat akan hal-hal yang terkait dengan dunia informasi tersebut, akan begitu gampangnya orang lain memecah belah kita dengan cara memberikan informasi yang menyesatkan. Pedoman di atas mungkin sangat sederhana, tapi masih sering kita lupakan. Selamat menjelajah dunia Internet dengan mantap.

Read: 65 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.