Gowes Yogya-Kopeng

Dua puluh lima kilometer selepas ringroad Magelang, mulai masuk jalan Magelang-Kopeng, jalan tiada habisnya menanjak, menanjak dan menanjak. Meskipun semua tanjakan adalah “tanjakable” karena tidak terlalu tajam, namun karena panjangnya tanjakan, menjadikan tantangan menuju Kopeng sebagai pengalaman yang menyenangkan untuk melatih kesabaran dalam bersepeda untuk menaklukkan diri sendiri.

 

Sabtu, 8 April 2017 bangun tidur pukul empat pagi disambut hujan lebat, dan WAG mulai rame, hujan-hujan-hujan, namun semangat pesan WA teman-teman yang sudah janjian akan nggowes pagi ini tetap menyala, dan hal itu ditunjukkan dengan kehadiran mereka semua di perempatan Denggung di jalan Magelang seperti yang direncanakan pukul 05:45. Dua puluh goweser melakukan doa bersama, dan berangkat meninggalkan Denggung sekitar pukul enam pagi lebih sedikit.

 

Perjalanan etappe pertama Lapangan Denggung-Sup Empal Muntilan

Perjalanan dari Lapangan Denggung menuju Pitstop 1 di Muntilan melalui jalan raya Yogyakarta-Semarang yang beraspal sangat mulus, dan denyut lalu lintas yang sudah mulai agak ramai di pagi hari. Jalanan relative datar, dan sedikit menanjak, namun tidak begitu terasa tanjakannya karena selain tanjakan relatif landai, juga tenaga kita masih penuh.  Tetap jaga tenaga,  ,menggunakan sekitar 75% saja dari kemampuan kecepatan anda, karena perjalanan masih jauh. Anggap 19 km pertama ini sebagai pemanasan. Meski kadang terpancing ngebut..namun terus sadar, bahwaperjalanan masih jauh dan perlu simpan tenaga.

Jembatan kali Krasak adalah salah satu point of interest yang kami lalui di etape pertama ini. Jembatan kali Krasak adalah sebuah jembatan kembar sepanjang sekitar  100 meter yang melintang di atas Kali Krasak. Sungai Krasak ini adalah garis batas wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus batas antara Kabupaten Sleman (DIY) dengan Kabupaten Magelang (Jateng).

Kali Krasak bermata air di puncak gunung Merapi. Namun demikian, di sisi hulu masyarakat lebih mengenalnya sebagai Kali Bebeng. Kali Krasak sendiri sebenarnya diambil dari anak sungai kecil yang bermata air di lereng bawah gunung Merapi. Kali Bebeng dan Krasak kemudian menjadi satu aliran, dan di sisi hilir lebih dikenal sebagai Kali Krasak.

Perjalanan dari Yogya sampai Kali Krasak terasa sedikit menanjak, dan dari Jembatan Kali Krasak sampai Muntilan terasa sedikit menurun.

Saat mulai masuk Muntilan, dan jalan menjadi jalan satu arah saja dari arah kedatangan kita, kami segera mengambil jalur paling kanan, dan berhati-hati karena sekitar jam tujuh pagi lalu lintas sudah lumayan ramai, dan rombongan belok ke kanan di pertigaan Klenteng/Sup Empal, untuk berhenti menikmati Sup, Empal dan teh manis panas.

Etappe 2 Muntilan-Magelang

Setelahl santai menikmati sup empal Muntilan bu Haryoko yang terkenal, dan tak lupa teh manis panas yang menyegarkan, kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalan raya Muntilan-Semarang untuk menuju ke etappe berikutnya, yaitu Magelang.

Perjalanan dari Muntilan ke Magelang relatif ringan karena jalan yang mulus dan terasa sedikit menurun, ditambah dengan tenaga penuh setelah sup empal. Jarak sekitar enam belas kilometer menjadi perjalanan yang menyenangkan. Sebelum masuk kota Magelang, kami belok kanan, masuk ke jalan bypass/ringroad Magelang untuk menuju mulut jalan Magelang-Kopeng.

Etappe 3 Magelang-Kopeng

Jarak total sekitar 26 km dari Magelang sampai Kopeng, saya tempuh sekitar 3.5 jam, dan sementara saya belum bisa memberikan detail jarak-jarak yang lebih akurat dari titik-titik yang kami lewati, antara lain Tegalrejo, Pakis, Simpang ke arah Ketep dan Ngablak.

Sekitar 20km dari simpang jalan bypass Magelang dan jalan Magelang Kopeng, jalan terus konsisten naik, naik dan naik terus, dari elevai 350m sampai elevasi 1350m atau beda ketinggian 1000 meter. Tidak ada satupun tanjakan yang sangat tanjam yang mempersulit pendakian, namun jalan terus menanjak panjang yang menyenangkan menguras tenaga.

Desa-desa atau kecamatan kecil kami lalui, pertama Tegalrejo, kemudian Pakis yang agak ramai, dan di banyak simpang ke arah kiri, saya selalu melihat simpang ke arah Grabag.

Kondisi udara sangat nyaman, kadang terasa dinginnya pegunungan dengan hamparan kebun-kebun sayuran di kiri dan kanan jalan terus mewarnai perjalanan pendakian kami. Jalan yang terus menanjak ini benar-benar mengasah kesabaran diri sendiri untuk terus tabah menikmati pendakian dengan kayuhan sesuai kekuatan masing-masing.

Milestone berikutnya ketika mendekati Kopeng adalah simpang ke arah Ketep pass, yang belok ke arah kanan. Setelah melalui  jalan yang menanjak lagi sampai total sekitar 20km dari ujung jalan Magelang-Kopeng, jalan rolling-rolling sedikit naik dan banyak turun segera kami nikmati sampai ke Kopeng.

Perjalanan kembali ke Yogya

Beberapa pilihan jalan kembali ke Yogya bisa ditempuh, seperti terus lurus ke arah Salatiga, kemudian belok kanan ke arah Boyolali, Klaten dan kembali ke Yogya. Atau pilihan lagi sedikit balik ke arah simpang Ketep, kemudian melewati Ketep Pass, Muntilan dan kembali ke Yogya, atau kembali melewati jalan berangkat.

Untuk perjalanan kami hari ini, Sabtu, 8 April 2017, kami kembali menyusuri jalan berangkat kami, namun dengan santai naik truk yang kami sewa dari Kopeng sampai ke Monjali Yogyakarta.

Hari yang menyenangkan bersama teman-teman, gowes sehat untuk menikmati keindahan karya kasih Tuhan.

Read: 102 times.

You May Also Like

2 thoughts on “Gowes Yogya-Kopeng

  1. Pingback: forex signals

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + eleven =