Gowes Pahlawan #3 Diponegoro 140 km

Bangun pagi-pagi buka WAG, ada tawaran ikut Gowes Pahlawan #3 Napak Tilas Pangeran Diponegoro rute 140km. Hanya dibatasi 4 orang dari komunitasJogja Gowes. Langsung daftar nomor 4. Pas…rejeki bangun pagi 🙂 .

Info-info selanjutnya sebelum hari pelaksanaan saya dapat dari mas Yuda dan mbak Nurhastuti. Menarik saat melihat rencana rutenya, menyusuri sungai Progo di sisi Timur untuk jalur berangkatnya, dan menyusuri sisi Barat di waktu kembali ke Goa Selarong sebagai tempat start dan finish kegiatan ini, ke Utara ke arah Candi Borobudur.

Minggu, 8 Oktober 2017 hari pelaksanaan kegiatan, berangkat dari rumah jam 04:30 naik go-car. Ups ternyata cepat banget sampai Goa Selarong sebelum jam lima pagi. Hari masih gelap, dan di Gua Selarong sudah hadir mas Galih, mbak Nurhastuti dan mas Rofi serta panita-panitia lain yang sedang apel koordinasi sebelum pelaksanaan. Luar biasa dedikasi para panitia yang disiplin hadir dan mempersiapkan diri.

Kegiatan gowes ini dilaksanakan untuk memperingati hari Pahlawan dan khususnya perjuangan Pangeran Diponegoro. Tahun ini adalah kegaitan Gowes Pahlawan yang ke 3, dimana untuk kegiatan pertama dan kedua dilakukan di jalur napak tilas perjuangan Jenderal Sudirman dan yang ke tiga tahun ini untuk napak Tilas Pangeran Diponegoro.” “Peserta gowes sebanyak ± 500 orang dari 40 komunitas sepeda di DIY dan mayoritas dari Kab. Bantul, dibagi dalam dua kelompok yakni jarak 140 Km dan 30 Km.

Sekitar pukul 06:30, sesuai rencana, sekitar 150 goweser perserta Gowes Pahlawan #3 Napak Tilas Pangeran Diponegoro rute 140 km, diberangkatkan dari Goa Selarong Dusun Kembangputihan RT 02 Guwosari Pajangan Bantul. Bendera start dikibarkan oleh Kepala Bappeda DIY Drs.Tavip Agus Rayanto.MSi.

Mulai awal perjalanan di Goa Selarong sampai KM ke 20, saya niati untuk mencoba ikut kelompok depan..pancen menggeh-menggeh tenan..saya bukan kelas ini. Dan di sekitar KM ke 20 saya mulai mengurangi kecepatan, dan mencari barengan yang pas, dan yang pas ternyata Patri dengan sepeda beroda besarnya, melintasi Pijenen, Metes, Sedayu, Klangon, Bung Renteng dan sampai di Pitstop pertama KM 39 di Ngluar jam delapan pagi lebih sedikit…lumayan, tidak begitu jauh dari target panitia dimana rombongan pertama ditargetkan sampai di Pitstop 1 jam 08:00.

Perjalanan berikutnya menuju Pitstop 2 saya lalui dengan lebih perlahan dibanding di etappe 1. Etappe 2 adalah perjalanan kearah Borobudur, kemudian menuju Salaman melewati pertigaan Trayem, pertigaan Candi, Jalan Blongkeng, Klangon Magelang, Jembatan Srowol dan pertigaan Mendut. Pertigaan Mendut KM 54 ini salah satu target saya agar tidak melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu pukul 10.00. Lolos….. Perjalanan berlanjut melewati pertigaan Pemda Kabupaten Magelang, Ringin Putih, SlamanNgadiwongso, jalan Borobudur Ngadiharjo, Taman Borobudur, Wanurejo dan berhenti di pitstop ke dua di Balkondes Candirejo di KM ke 79. Perjalanan di etappe ini saya lalui Bersama-sama Pak Wiwi dan Pak Agus Tamara. Sampai di Pitstop 2 di KM 79 di Candirejo sekitar jam 10 lebih, dan menikmati teh panas, dan makan nasi lauk telur dan tahu bacem.

Nah, perjalanan berikutnya di etappe 3 saya jalani dengan lebih perlahan dibanding etappe 1 dan 2, melintasi jalan yang naik turun di sisi Barat sunga Progo, melewati Kalibawang, kemudian Dekso, Sentolo, dan berhenti di pitstop 3 di Bendung Sapon. Di segmen ini banyak sekali teman-teman yang mendahului saya, termasuk mbak Noer, mbak Gita, mbak Bekti dan mas Fer.

Di akhir etappe 3 ini, saya mulai terserang beberapa kali kram di tanjakan-tanjakan, dan kram-kram ini berlanjut terus saat melalui etappe terakhir, sehingga banyak berhenti-berhenti, beli ice cream di Alfamart, minum the di warung pinggir jalan, dan berhenti cukup lama di apotik di pinggir jalan membeli obat gosok. Lumayan bisa sedikit meringankan serangan kram, dan bisa tiba bersepeda kembali ke Gua Selarong tempat lokasi finish jam tiga lebih.

Pengalaman yang menyenangkan, dan terima kasih kepada seluruh panitia yang mengatur acara dengan rapi, terutama para marshalnya yang sangat disiplin pengatur lalu lintas di simpang-simpang jalan. Juga para juru foto di sepanjang jalan. Matur nuwun foto-fotonya mas Ndaru, mas Yanto, mas Heru dkk…saya copy dan pasang di sini.

Read: 36 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =