Gowes ke Raja Durian Sayegan Sleman

Aman pak, nanti saya kaerri….Kaerri pak? apa itu…Aman, mboten sah khawatir, nanti daging duriannya saya kaerri…karepe opo iki?

Ternyata yang yang dimaksud, daging durian yang sudah dipack dalam plastik dan masuk freezer, tidak hanya akan dimasukkan ke plastik agar bisa nyaman dibawa dengan sepeda, tapi sebelumnya di bungkus dulu dengan koran KR …nanti saya kaerri, maksudnya dibungkus dengan koran KR.

Weh..weh…ternyata koran satu-satunya di dunia ini bagi bapak Raja Durian ini adalah KR …..

Sabtu, 5 Desember 2015 bangun jam empat pagi, sudah ada WA dari mas Dani…. memberi pilihan mau gowes berdua ke arah Prambanan-Cangkringan atau ikut teman-teman lain yang gowes ke arah Barat ke Raja Durian.

Pilihan yang sama-sama menarik, dan jatuhlah keputusan untuk gowes bersama-sama dengan mas Indul dkk ke arah Barat, meski ngumpulnya lumayan siang..jam 6 di Demak Ijo pertemuan ringroad dengan jalan Godean. Rencana semuala sih ketemu mas Dani jam 5 pagi di ringroad-Jakal….rame-rame banyak orang jadi pilihan pagi itu.

Rombongan kecil berangkat dari Demak Ijo menyusuri jalan Godean ke arah Barat, menyeberang kali Progo sampai jalan Nanggulan. Lalu lintas pagi itu sudah lumayan hidup, rame dengan para pengendara motor, baik yang searah dengan kami maupun yang berlawanan arah. Kehidupan pagi telah menggeliat semangat.

Sampai jalan Nanggulan, kami belok kanan ke arah Sendang Sono, Sekitar lima kilometer kami mengayuh ke arah Timur Laut, kami belok ke kanan, atau ke arah Tenggara, kembali menyeberang sungai Progo dan terus menapaki jalan ke arah Kebon Agung, yang artinya jalan balik kembali ke arah Yogyakarta.

Di suatu simpang jalan, kami belok ke kiri, masuk ke jalan pedesaaan sekitar 1.5 km untuk menuju ke lokasi Raja Durian,  Bp Slamet Pandoyo dengan alamat Kamal Wetan, Margomulyo, Sayegan, Sleman, Yogyakarta.

img_9085

Wow..benar-benar kayak masuk kerajaan Durian bagi penggemar Durian. Bukan hanya buah-buah Durian, namun juga olahan lain, seperti minuman dalam botol dan daging Durian yang sudah dikemas dalam plastik, dan disimpan dalam freezer. Harga daging Durian hari itu Rp. 75,000 satu plastik, sedangkan harga buah Durian Mentega yang uenak, yang besar Rp. 50,000 sebuah.

Tempat berjualan ini sekaligus rumah tempat tinggal, dan juga sebagai tempat penyimpanan. Di samping rumah induk, di satu bangunan yang kemungkinan dulunya garasi, atau paling tidak mirip garasi, dijadikan tempat untuk meletakkan freezer-freezer mepet di dinding, dan tempat menampung durian-durian yang datang. Dan dibagian tengah disediakan kursi-kursi dan meja di mana penggemar durian bisa duduk santai menimati satu demi satu buah kegemarannya, yang langsung bisa dipilih, dan dibuka sendiri atau minta bantuan.

Lokasi Raja Durian ini sangat dekat dari Yogyakarta, sekitar 7 km dari simpang Ringroad-Jalan Magelang. Kami tinggal lurus ke arah Timur sampai tembus jalan Magelang untuk kembali ke rumah.

Perjalanan pagi yang menyenangkan di hari Sabtu terakhir sebelum bergabung dalam Gowes Malang-Yogya.

Lokasi: https://maps.google.com/?q=-7.715471,110.322769
Endomondo: https://www.endomondo.com/users/1768648/workouts/641642949

Read: 231 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =