Gowes Harbak PU 2017

Dan menarik melihat analisis di strava yang memperlihatkan heart rate di sepuluh kilometer terakhir rata-rata paling tinggi dibanding di segmen-segmen lainnya. Terus menerus di atas rata-rata di sepuluh kilometer terakhir tesebut.

Boleh dibilang, saya memang relative lebay atau berlebih-lebihan dalam memonitor heart beat saya setiap kali gowes. Saya disiplin memakai fitbit surge dan terus menerus memperhatikan posisi heart beat saya sepanjang perjalanan, terutama jika sudah mulai lewati 140an, dan akan langsung berhenti nggenjot ketika lewat angka 150an. Dari usia saya sekarang, dengan rumus baku 220-usia, heart beat maksimal saya 166, dan saya sendiri mematok heart beat exercise zone saya sampai 90% (149), meskipun pedoman umum exercise zone antara 60-85%.

Dalam perjalanan dua hari kemarin, memang saya merasakan di sepuluh kilometer terakhir, heart beat saya dikisaran 140an, sehingga saya lebih sering melihat ke fitbit saya, dan “beristirahat” sejenak ketika menyentuh angka 150.

Setelah absen tahun lalu, meskipun sudah terdaftar sebagai peserta Gowes Bakti PU tahun 2016, tapi karena ada keperluan pribadi mendadak, dan tidak bisa ikut serta, mengulang pengalaman tahun 2015, kembali saya bergabung dalam kegiatan Gowes Bakti PU 2017 rute Bandung-Purwakarta-Jakarta, yang kali ini diadakan pada tanggal 25 dan 26 November 2017.

Seperti tahun 2015, tahun ini kembali bergabung dengan team Bluxpit-Katgama yang dikoordinir oleh Mas Mitrabani, yang tambah cekatan mengumpulkan berbagai potensi dari banyak penjuru, termasuk tambah cekatan melakukan persiapan  pengaturan dan penyediaan pernak-perniknya, antara lain stiker di bawah sadel sepeda yang kami sebut kucir, karena panjang stikernya bertuliskan KATGAMA warna coklat, yang bagi saya sangat membantu membedakan mana teman-teman sekelompok saya.

Tim Bluxpit Katgama tahun ini berjumlah 20 orang dari berbagai kota dan profesi. Bagi saya pengaturannya sangat menyenangkan dan memudahkan.Sepeda, helm dan sepatu dibawa dari Yogya, ikut mobil mas Anas, dan saya berangkat dari Jakarta naik kereta api. Dalam pelaksanaannya, semua anggota gembira dengan caranya masing-masing dalam menikmati gowes Hari Bakti PU 2017. Ada yang  menikmati dengan santai, terpisah dari rombongan besar di depan, ada yang menikmati  bersama-sama rombongan paling depan, ada yang menikmati dengan melakukan loading di tempat-tempat tertentu. Semua senang dengan cara masing-masing dan sehat semuai kemampuan, dan semua terkoordinir dan terakomodasi dengan baik oleh tim support.

 Gowes hari Bakti PU

Kegiatan Gowes Bandung-Purwakarta-Jakarta ini dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2015 sebagai peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (Harbak PU) setiap tanggal 3 Desember,  mengenang sejarah perjuangan para pegawai Departemen Pekerjaan Umum yang rela mengorbankan nyawanya demi mempertahankan Gedung Sate Bandung. Saat itu, tanggal 3 Desember 1945, tentara Belanda menyerang  Gedung Sate yang saat itu sebagai kantor Departemen PU. Namun berkat perlawanan dan kegigihan tujuh pegawai PU, Gedung Sate dapat dipertahankan,  walaupun akhirnya ketujuh pegawai yang kini dijuluki Sapta Taruna itu harus gugur. Nama ketujuh pahlawan tersebut sampai saat ini diabadikan dalam tugu yang berada tepat di depan Gedung Sate, mereka yaitu Didik Ardiyanto, Muchtarudin, Suhodo, Rio Susilo, Subengat, Ranu dan Suryono.

Gowes  Harbak PU ke-72 tahun  ini dimulai dari Gedung Sate dan finish di kantor Kementerian Pu Pera Jakarta dengan menginap satu malam di Hotel Harper Purwakarta. Pelepasan Gowes dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Sabtu pagi , yang diikuti oleh sekitar 700 peserta yang sebagian besar merupakan pegawai,  purnabakti dan mitra Kementerian PU dan Perumahan Rakyat

Perjalanan Gowes

Bagi saya ini pengalaman kedua, setelah sebelumnya ikut serta di tahun 2015, dan perjalanan kali ini terasa relative lebih ringan, selain karena saya relative sudah agak rutin bersepeda jarak jauh, dan juga kecepatan rombongan depan kali ini relative sesuai dengan kecepatan nikmat saya, sekitar 20km/jam rata-ratanya.

Perjalanan hari pertama  yang dimulai sekitar pukul tujuh pagi berjalan dengan baik, dan saya bisa terus bergabung dengan kelompok depan. Ternyata memang nikmat bisa ikut bergabung dengan kelompok depan yang dikawal oleh Patwal Polisi, dan di setiap simpang jalan diatur oleh petugas kepolisian atau marshall dari panita. Perjalanan bisa lancar terus, dan hanya sedikit sekali terganggu oleh lalu lintas jalan raya. Hanya memang karena kecepatan rombongan depan ini relative pelan  di banding event-event sebelumnya yang pernah saya ikuti,, maka rombongan di depan juga agak banyak, dan agak berdesakan, sehingga saya berusaha terus konsentrasi bersepeda, ditengah-tengah rombongan besar.

Begitu pula di hari kedua, yang dimulai sekitar pukul enam pagi kurang sedikit, saya relative bisa terus mengikuti rombongan depan, meskipun di beberapa titik agak tertinggal, namun bisa mengejar kembali di pitstop berikutnya dan bisa berangkat bersama-sama kembali dari pitstop tersebut. Perjalanan hari kedua ada yang unik karena bisa ikut menikmati salah satu segmen jalan tol Becakayu. Saat memasuki jalan tol tersebut, tiupan angin sangat besar, sehingga saya tertinggal dari rombongan, dan saya malah memilih berhenti untuk foto-foto di jalan yang masih kosong tersebut. Dan akhirnya bisa mengejar rombongan depan kembali di pitstop terakhir, dan bersama-sama berangkat menuju titik finish, meskipun di perjalanan etappe terakhir ini  kembali saya agar di belakang dari rombongan terdepan, karena “tuntutan” fitbit untuk santai ketika heart rate melewati batas saya.

Luar biasa sambutan di titik finish di Kantor PU dan Perumahan Rakyat. Sayang batterai gopro saya sudah habis, sehingga tidak bisa merekam moment yang meriah itu.

Heart Rate

Bersama rombongan depan, saya tiba di Hotel Harper Purwakarta sekitar jam 11:15. Begitu juga di hari kedua, meskipun di bagian belakang, saya juga bisa bersama-sama rombongan depan saat memasuki finish di kantor PU dan Perumahan Rakyat Jl. Pattimura Jakarta.  Dan menarik melihat analisis di strava yang memperlihatkan heart rate di sepuluh kilometer terakhir rata-rata paling tinggi dibanding di segmen-segmen lainnya. Terus menerus di atas rata-rata di sepuluh kilometer terakhir tesebut.

Boleh dibilang, saya memang  berlebih-lebihan dalam memonitor heart beat rate saya setiap kali gowes. Saya sell memakai fitbit surge dan terus menerus memperhatikan posisi heart beat saya sepanjang perjalanan, terutama jika sudah mulai lewati 140an, dan akan langsung berhenti nggenjot ketika lewat angka 150an. Dari usia saya sekarang, dengan rumus baku 220-usia, heart beat maksimal saya 166, dan saya sendiri mematok heart beat exercise zone saya sampai 90% (149), meskipun pedoman umum exercise zone antara 60-85%.

Dalam perjalanan dua hari kemarin, memang saya merasakan di sepuluh kilometer terakhir, heart beat saya dikisaran 140an, sehingga saya lebih sering melihat ke fitbit saya, dan “beristirahat” sejenak ketika menyentuh angka 150. Kemungkinan karena memang jantung sudah bekerja keras sebelumnya, ditambah dengan semangat yang menggelora untuk segera menyelesaikan perjalanan yang membuat “push” ke diri saya sendiri lebih keras. Dan saya perlu terus sadar dan rajin menengok fitbit, dan disiplin untuk “istirahat”.

Ini adalah ukuran saya pribadi dalam bersepeda, untuk berusaha menjaga agar tetap bisa menikmati kegiatan bersepeda dengan nyaman dan sehat.

Kesan dan Masukan

Mengikuti kegiatan Gowes Harbak PU 2017 membawa banyak kesan, selain kesan ke rombongan bluxpit katgama yang sudah diatur sangat rapi oleh mas Mitrabani dan pak Guntoro dkk, juga kesan ke panitia penyelenggara yang melaksanakan kegitan ini dengan baik. Mas Mitra dkk, sudah menyiapkan hamper seluruh keperluan di lapangan, mulai dari transportasi, akomodasi, kaos, makanan di perjalanan, ubampe pernak-pernik stiker di sepeda, dimobil..ra umum..top markotop. Terima kasih juga untuk teman-teman semua dalam menikmati gowes Harbak PU 2017 ini dengan cara masing-masing bersama-sama. Terima kasih untuk mas Anas yang membawakan sepeda saya Yogya-Bandung dan Jakarta-Yogya. Terima kasih juga untuk mas Totok dan mas Rofi yang bikin ayem….

Untuk panitia Harbak PU 2017, terima kasih sudah menyelanggarakan dengan baik, dengan pengaturan yang baik di sepanjang perjalanan, kemudian pitstop-pitstop pada jarak-jarak yang pas sesuai kebutuhan, dan tersedianya minuman, baik aqua maupun pocary serta makanan pisang dan buah pear.  Untuk tahun depan akan sangat bagus kalau disediakan tempat-tempat sampah yang banyak, agar bisa membuatng sampah lebih mudah dan lebih rapi.



Read: 65 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 2 =