Eagle Eye

Jerry Shaw (Shia LaBeouf) memulai hidup secara normal setelah kematian saudara kembarnya yang misterius. Dan seorang lagi, seorang ibu, Rachel Holloman (Michelle Monaghan).Dua orang yang tidak saling mengenal pada awalnya dipertemukan oleh arahan-arahan lewat telpon oleh suara seorang perempuan misterius. Arahan-arahan berat bagi mereka berdua yang ternyata berujung pada kondisi bagi mereka untuk melakukan pembunuhan politisi, namun mereka terpaksa harus melakukan langkah demi langkah yang diarahkan sang penelpon, karena tekanan-tekanan luar biasa dari kondisi-kondisi, yang berhasil diciptakan sang pengarah lewat telpon yang sangat sahih.

Sang pengarah begitu sangat mengenal mereka berdua secara sangat pribadi, diantaranya mengetahui dengan detail latar belakang Jerry, cuplikan video masa kecil Jerry dan saudara kembarnya, mengetahui apa yang terbaik yang bisa mereka berdua lakukan pada suatu saat dan sebagainya…Sangat menarik aksi-aksi dalam film Eagle Eye…Kelanjutannya silakan tonton sendiri filmnya.

Berangkat dari tontonan menarik tersebut, jadi terpikir satu kemungkinan disalah gunakannya informasi-informasi yang begitu bervariasi, yang begitu terlihat sangat biasa yang tersimpan dalam server-server penyedia jasa relasi sosial virtual. Setiap anggota memberikan informasi-informasi mulai dari informasi yang biasa-biasa saja, dimana tinggal, siapa temannya, sedang ada di mana saat ini, memasang foto, video lengkap dengan suaranya, sampai menyampaikan informasi-informasi yang sebenarnya merupakan “personal privacy” yang seharusnya tidak ditampilkan secara umum, seperti nama ibu kandung, tanggal lahir, nomor telpon, alamat dan sebagainya, yang saat ini merupakan financial key dalam perbankan, untuk melakukan verifikasi dalam transaksi keuangan

Coba bayangkan, misalnya ada yang dengan sengaja menggunakan informasi-informasi itu, dengan gothak-gathuk, dengan uthak-uthik, contoh sederhana saja, tahu nama ibu kandung, tahu tanggal lahir, dan ditambah informasi lain yang dikumpulkan dari informasi-informasiyang ada di Internet, yang diperlukan dalam perbankan, bisa lho memanfaatkan untuk hal yang tidak baik.

Atau contoh lain, suatu hari anda ketemu seseorang, yang sepertinya pertemuan tak sengaja, ngobrol kiri-kanan, eh ternyata dia sangat mengenal anak anda yang sekolah di luar kota, sangat tahu kebiasaannya, sangat tahu jargon-jargon yang sering digunakan sang anak, sangat tahu kegiatan anak anda, berdasar dari jiwa baik anda, kemungkinan besar, anda merasa menjadi sangat dekat dengan orang yang baru anda kenal tersebut, dan kemungkinan-kemungkinan rasa bahwa orang yang baru anda kenal itu sebagai saudara bisa langsung terasa, dan berkemungkinan suatu hal yang tidak terduga bisa terjadi akibat timbulnya rasa kedekatan tadi. Dan apakah terbayang kalau ternyata orang yang tidak sengaja ketemu tadi, memang secara sengaja ingin menipu anda, setelah mengumpulkan informasi-informasi dari fasilitas relasi sosial virtual yang ada di Internet saat ini. Satu cabang ilmu social engineering yang berkemungkinan akan berkembang pesat dimasa mendatang, yang memanfaatkan informasi dan kecendungan baik seseorang untuk melakukan penipuan.

Nah..itu kalau cuma orang yang meng-gothak-gathuk, uthak uthik dengan manual, lha kalau semua informasi yang ada di server penyedia jasa tersebut diolah secara sistematis, dengan sistem program yang memanfaatkan teknik-teknik yang terpadu, teknik-teknik simulasi, teknik teori kemungkinan, expert system, pengolahan dengan matrix yang kompleks, differential integral, entah jurus-jurus matematika apalagi, yang memang dirancang untuk mengothak-athik informasi yang awalnya tidak terstruktur, lengkap dengan foto-foto, video, dan suara-suara yang tesimpan menjadi satu system expert, untuk maksud-maksud mengenali setiap pribadi dan relasinya dengan orang lain…..Walah-walah..terbayang nggak kalau di masa mendatang ada satu perusahaan yang menyimpan informasi setiap pribadi penduduk dengan segala macam informasi lengkap, gandheng sambungan,siapa temannya, apa kesannya terhadap orang lain, apa hobinya, apa makanan kesukaannya, apa lagu kenangannya, , bahkan rekaman suara, gambar, bahkan bisa menganalisa kecenderungan setiap orang dalam menghadapi suatu situasi……Mungkin di masa tua nanti, untuk bisa dapat foto-foto kita sendiri, kita perlu beli ke perusahaan itu..wak..kakakakakak..

Kalau dimasa lalu ada kolonialisme, yang kuat secara fisik dan militer yang berkuasa, kemudian ekonomi kapitalis, yang cardik dalam hal ekonomi dan politis, yang berkuasa, mungkin di masa depan ada yang menguasai, dengan memegang informasi, yang mampu mengenal dan memahami setiap individu dan relasi sosial serta kecenderungannya…personal information capital…

Cuma mimpi kali yeeee…..bangun..bangun. Ayo nge-facebook ….

Read: 1 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 7 =