AxicBic Pekanbaru ke Harau 13 dan 14 Juli 2012

Kegiatan yang menyenangkan kembali dilakukan Rombongan AxicBic Pekanbaru dengan melakukan Gowes bersama teman-teman Payakumbuh Sepeda Nanjak (PSN) di daerah Harau, Payakumbuh, Sumatra Barat. Dan jumlah peserta gowes kali ini kembali memecahkan rekor kami, 26 penyepeda bergerak penuh semangat dari Rumbai pada hari Jum’at, 13 Juli 2012 sekitar jam 18:00 menuju ke Payakumbuh. Perjalanan kali ini kami rasakan lebih nikmat dengan bus ukuran yang lebih besar. Setelah mampir untuk sholat Magrib di daerah Panam, dan makan malam Soto Minang di Rantau Berangin, tengah malam rombongan tiba di Hotel  Sago Bungsu Harau.

Subuh belum tiba, namun sebagian besar anggota rombongan dari Pekanbaru sudah bangun dari istirahat malamnya,  dengan penuh antusias menyiapkan diri menyambut kegiatan sepedaan hari Sabtu ini.  Sekitar jam 06:30, Pak Us datang dengan sarapan pagi lontong sayur dan sayur paku dengan minuman teh hangat yang nikmat, dan jam 07:30 rombongan AxicBic Pekanbaru ditemani sekitar sepuluh orang teman dari PSN memulai perjalanan bersepeda di daerah Harau. Meskipun 90% jalur yang kami lalui di perjalanan kali ini di daerah Harau adalah jalur yang sudah pernah kami nikmati tahun lalu, namun karena lebih dari separo peserta kali ini belum pernah melalui daerah ini, kami tetap memilih untuk melalui jalur ini. Dan ternyata bagi kami yang sudah pernah melalui jalur ini, kekaguman dan rasa takjub tak hentinya kami rasakan.

Jalur Harau ini memang jalur yang penuh kejutan-kejutan dalam jarak yang pendek-pendek. Kejutan-kejutan keindahan alam yang sangat menawan, mulai dari suasana perdesaan yang asri, persawahan yang masih hijau terhampar di tepi tebing batu yang tinggi menjulang, jalan  tanah di tepi dinding-dinding batu, empat buah air terjun yang kami nikmati, dan puncak bukit dengan pemandangan lembah hijau di tengah-tengah beberapa bukit yang hijau juga di kejauhan. Luar biasa, empat puluh kilometer kami lalui pagi dan siang dengan penuh kekaguman dan syukur atas indah ciptaan Tuhan. Bahkan bagi para peserta baru, dan juga bari bapak-bapak yang sudah berusia  lima puluh limaan, mereka semua sangat menikmati perjalanan gowes ini.Selain beberapa teman yang sudah berusia cukup lanjut, kami sangat gembira karena salah satu teman dari PSN yang ikut mendampingi kami adalah seorang putri, yang bernama Ibu Ranti Irsa yang juga sangat semangat dan kuat menaklukkan medan yang menantang ini.

Jalur Perjalanan

Keluar dari halaman hotel Sago Bungsu, perjalanan pendek kami susuri jalan Raya Bukit Tinggi-Pekanbaru, ke arah Harau, dan segera kami belok kiri memasuki alam pedesaan yang asri, di bawah cuaca yang sedikit mendung sejuk. Desa Pulutan dan Desa Gurun kami lalui menuju ke Sari Lamak, Kantor Bupati yang tinggi gagah di atas tebing. Berhenti sejenak untuk acara berfoto ria di depan kantor Bupati menambah seru dan semangat awal perjalanan pagi itu. Selepas kantor Bupati, gowes berlanjut dengan masuk ke jalanan desa menuju ke danau, dengan pemandangan Air Terjun Sarasah Tanggo di kejauhan. Kembali acara berfoto ria, bergaya-gaya kami lakukan.

Perjalanan berlanjut menyusuri jalan di  tepian tebing-tebing batu, dengan pemandangan sawah-sawah di lembah di sisi kanan, di bawah cuaca yang sangat cerah, terus menambah semangat untuk menikmati pemandangan Harau. Rombongan melewati Desa Tarantang sebelum masuk  ke satu rumah yang menurut kami sangat mengagumkan, satu rumah sangat sederhana, namun di halaman belakangnya “memiliki” air terjun yang elok, Air Terjun Solok Bio-Bio. Selepas dari tempat ini, perjalanan berlanjut menuju ke arah kaki Bukik Gantiang, dan ketika sampai di ujung bukit, tibalah kami di jalur yang paling mengesankan. Satu lajur yang sangat tajam naik Bukik Gantiang, dan kami semua memilih untuk menuntun sepeda menaiki bukit ini, melalui jalan setapak, di tepi bukit dengan jurang menganga di sisi kiri, memberikan pemandangan yang benar-benar mengagumkan. Susah untuk mengalihkan pemandangan dari lembah dan bukit-bukit di kejauhan yang elok sebagai lukisan alam. Dan puncak Bukik Gantiang menjadi tempat berfoto yang mengasyikka. Hampir semua peserta duduk-duduk menikmati pemandangan di kejauhan, di sela-sela acara foto dan canda ria.

Pak Us, “master track” kami memberi informasi bahwa setelah ini akan melalui turunan tajam , dengan jalan yang dihiasi batu-batuan, perlu lebih focus, lebih berhat-hati dan control kecepatan dengan seksama untuk menaklukkan turunan ini. Dan tidak lupa kami menurunkan sadel kami, agar lebih aman dan cepat menjejakkan kaki ke tanah saat akan jatuh. Dan dalam waktu singkat kami melahap turunan ini, dengan terus memainkan rem, dan tibalah kami di satu tempat yang disebut Aia Tajun Aka Barayun yang berupa satu kolam yang bisa digunkan untuk mandi, dengan pohon durian sangat tinggi di tepiannya. Dan ditempat ini kami juga menemukan satu pohon Durian dengan buah di posisi yang sangat rendah, yang bisa kami raih dengan tangan.

Tidak lama kami berhenti di Aia Tajun Aka Barayun, dan melanjutkan perjalanan melewati kembali daerah persawahan dan jalan di tengah-tengah tebing batu tinggi yang indah menjulang. Di sepanjang perjalanan ini, banyak anggota rombongan kami yang tidak dapat menahan diri untuk tidak berhenti berfoto-foto dengan latar belakang pamandangan alam yang indah. Dan kami tiba di Air Terjun Lembah Harau, satu obyek wisata terkenal sekitar pukul sebelas siang, berhenti sejenak dan melanjutkan perjalanan ke obyek wisata yang lain yang bernama Air Terjun Sarasah Bunta, sebagai lokasi kami untuk menikmati makan siang. Semua anggota rombongan seru bermain air, baik di bawah air terjun maupun di kolam air di bawah air terjun. Tua-muda, semuanya lupa usia, memang jiwa anak-anak yang senang bermain tetap masih ad adi siapapun, di usia berapapun. Dan hal itu tersalurkan dengan baik di kegiatan yang menyenangkan ini.

Setelah menikmati nasi bungkus, atau nasi berburu istirah teman-teman di sini, kami segera mengayuh sepeda kembali menuju ke hotel Sago Bungsu, dan jarak sekitar empat puluh kilometer bersepeda pagi dan siang ini bisa kami selesaikan dengan Selamat, nikmat dan penuh gaya. Setiba di hotel, puluhan buah durian yang kami beli di perjalanan gowes tadi sudah menunggu untuk dirampungkan. Puas dengan durian, segera kami menyiapkan diri untuk perjalanan kembali ke Pekanbaru, menyusun sepeda kembali diatas pickup, mandi dan kami memulai perjalanan ke Pekanbaru sekitar pukul setengah tiga sore, dan kami semua tiba kembali di Rumbai sekitar pukul Sembilan malam. Perjalanan yang sangat menyenangkan, dan kami langsung rindu ingin kembali ke Harau. Terima kasih untuk teman-teman PSn yang luar biasa sabar menemani kami bergembira di Harau. Sukses selalu.

Read: 31 times.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.